Yogyapos.com (JAKARTA) - Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, menyampaikan belasungkawa atas insiden yang terjadi dalam pelaksanaan Program Latihan Dasar Militer (Latsarmil). Menurutnya, peristiwa tersebut harus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh tanpa menghilangkan tujuan besar dari program-program pemberdayaan masyarakat.
BACA JUGA: 144 Calon Taruna Berhak Ikuti Sidang Pantukhirda Calon Taruna Akademi TNI
"Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan menghadapi musibah ini," kata Sugiat Santoso, Selasa (30/6/2026).
BACA JUGA: Reno Candra Sangaji Resmi Ditahan, Diduga Terlibat Korupsi TKD Condongcatur
Ia menegaskan, keselamatan peserta harus menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan program pemerintah. Dia meminta agar ada standar keselamatan bagi peserta.
"Peristiwa ini harus dievaluasi secara menyeluruh. Evaluasi untuk memastikan standar keselamatan, pengawasan, dan tata kelola pelaksanaan program semakin baik sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali," ujarnya.
BACA JUGA: Menteri Wihaji: Ketahanan Keluarga Pondasi Utama Hadapi Berbagai Tantangan Masa Depan
Sugiat mengatakan perlu melakukan pembenahan terhadap seluruh aspek penyelenggaraan program, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga sistem pengawasan.
BACA JUGA: Korban Pelatihan Calon Manajer KDMP Bertambah, Gus Hilmy: Hentikan Dulu Programnya dan Investigasi
"Kita ingin setiap program pemerintah berjalan secara profesional. Karena itu, standar operasional harus diperkuat, mitigasi risiko diperjelas, dan pengawasan di lapangan harus lebih optimal. Hal ini mulai dari pendataan kondisi calon peserta sebelum mengikuti kegiatan," katanya.
BACA JUGA: Jalur Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Begini Penjelasan Balai TNGM
Ia juga menegaskan negara harus hadir mendampingi keluarga korban. Dia menyebut penanganan harus dilakukan secara terbuka.
"Negara tidak boleh abai. Pemerintah harus memastikan keluarga korban mendapatkan pendampingan, perhatian, serta seluruh hak yang menjadi tanggung jawab negara. Penanganan kasus ini juga harus dilakukan secara terbuka, transparan, dan akuntabel agar masyarakat memperoleh kejelasan," ucap Wakil Ketua Komisi XIII DPR ini.
BACA JUGA: Perwira Bergoyang Luncurkan 'Senggol Dong Boss' Guncang Moonverse Festival 2026
Meski demikian, Sugiat meminta agar insiden tersebut tidak mengaburkan tujuan strategis dari Program Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes MP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
"Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih merupakan program strategis Presiden untuk memperkuat ekonomi desa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendorong kemandirian ekonomi rakyat. Program ini tetap harus dilanjutkan karena manfaatnya sangat besar bagi masyarakat," katanya.
BACA JUGA: Pemkab Sleman Berikan Penghargaan Pendonor Darah Sukarela
Menurut Sugiat, yang perlu diperbaiki adalah mekanisme pelaksanaan dan tata kelola, bukan menghentikan program yang telah dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Kalau ada kekurangan dalam pelaksanaan, tentu harus diperbaiki. Tetapi semangat membangun desa, memperkuat koperasi, dan meningkatkan kesejahteraan nelayan jangan sampai berhenti. Justru kita harus memastikan seluruh rangkaian program dilaksanakan dengan standar keselamatan yang lebih tinggi dan tata kelola yang semakin baik," ujarnya.
BACA JUGA: UNS Tanamkan Cinta Wayang Melalui Workshop Mahabarata
Ia berharap hasil evaluasi nantinya dapat menjadi dasar penyempurnaan pelaksanaan program ke depan.
"Kita ingin setiap kebijakan pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, evaluasi harus menghasilkan perbaikan nyata sehingga seluruh program strategis dapat berjalan lebih aman, lebih profesional, dan lebih akuntabel," tutup Sugiat. (*/Tha)
