The Allabun Gelar Pasar Kangen Bunda

share on:
Kompleks The Allabun Hargobinangun Pakem || YP-Wahjudi Djaja

Yogyapos.com (SLEMAN) - Pergeseran dari pariwisata massal ke pariwisata kelompok kecil  terjadi akhir-akhir ini di berbagai wilayah.

Pariwisata kelompok kecil ini yang lebih menekankan pada pengalaman mendalam tentang alam dan budaya. Ekowisata dan wisata minat khusus merupakan “trend” baru yang perlu dicermati perkembangannya. Budaya sebagai potensi utama obyek wisata perlu diolah agar dapat menjadi daya tarik wisata yang berkesinambungan.

Demikian disampaikan Arief Hamzah dari manajemen The Allabun terkait rencana digelarnya Pasar Kangen Bunda pada Minggu (2/10/2022). Pasar Kangen Bunda yang akan dilaksanakan secara regular setiap selapan (35 hari) sekali tepatnya setiap Hari Minggu Legi. 

“Tantangan kita bersama, apakah budaya lokal unik yang dimiliki mampu bertahan dari pengaruh budaya global. Fenomena itu dapat menyebabkan keunikan budaya akan menjadi sangat sulit dijumpai,” ungkapnya.

 Perihal konsep event yang diangkat pada Pasar Kangen Bunda adalah memperkenalkan produk-produk UMKM serta kesenian dan kebudayaan yang ada di Kalurahan Hargobinangun.

"Selain itu hal terpenting adalah menanamkan kesadaran akan pentingnya kearifan lokal khususnya yang ada di Kelurahan Hargobinangun. Kegiatan ini dikemas sedemikian rupa sehingga pesan dalam kegiatan ini dapat mengena keseluruh lapisan masyarakat dan peserta kegiatan,” tandasnya.

Adapun kegiatan pada event ini meliputi bazar makanan dan minuman tradisional, aneka dolanan anak, pertunjukan kesenian tradisional, senam sehat, panggung kreatifitas, workshop.

 Ditanya tentang tujuan kegiatan Pasar Kangen Bunda, diharapkan masyarakat akan bisa menikmati kembali kuliner-kuliner serta kesenian tradisional di tengah perkembangan modernisasi.

“Kita ajak masyarakat bahwa makanan bergizi itu tidak harus yang mahal. Kita sama sama edukasi masyarakat khususnya anak muda saat ini bahwa kuliner tradisional pun sangat beragam kandungan gizinya dan secara ekonomi jauh lebih terjangkau,” jelas Hamzah.

Festival kuliner ini diharapkan dapat menumbuhkan kembali rasa cinta masyarakat terhadap kuliner lokal, khususnya kuliner khas Kalurahan Hargobinangun, Pakem, Sleman. 

“Event ini juga bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat maupun wisatawan terhadap Budaya dan Kesenian Daerah yang ada di kelurahan Hargobinangun,” pungkas Hamzah. (Iud)

 

 

 


share on: