Tanah Longsor di Dusun Srikeminut Akibat Kadar Air Tanah yang Tinggi

share on:
Bupati Abdul Halim Muslih dan Tim Pengkaji dari UGM saat menyampaikan hasil kajiannya tentang penyebab jalan amblas di Dusun Srikemunit || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Tim Pengkaji dari Fakultas Tehnik UGM Yogyakarta yang diwakili oleh Dr FikriFaris, Dr Gede Budi Indrawan dan Dr Ali Awaludin berkesimpulan kadar air tanah yang tinggi telah menyebabkan longsor pada ruas jalan tepi Sungai Oyo, di Desa Wisata Srikeminut Sriharjo Kepanewon Imogiri Bantul.

“Berdasarkan hasil kajian kami bahwa tanah disini mudah gogos karena terkena hantaman aliran air Sungai Oyo dan aliran air dari arah atas utara ke bawah (selatan) secara terus menerus. Selain itu patahan tanah mudah terputus akibat adanya gempa dan dekat pusat gempa,” kata Dr I Gede Budi Indrawan di hadapan Bupati Bantul H Abdul Halim Muslih dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Pemukiman Bantul Aris Suharyanto, Kamis (16/2/2023).

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-tersangka-penganiayaan-di-titik-nol-lapor-balik-karena-lebih-dulu-jadi-korban-9728

I Gede menyebutkan seluruh perencanaan dan rancangan pembangunan di tempat itu, diharapkan harus memperhitungkan kondisi tanah. Sebab segmen ruas jalan longsor di Desa Sriharjo berada pada morfologi lembah perbukitan di atas lereng Kali Oyo. Di selatan segmen ruas jalan longsor, aliran air Kali Oyo berbelok ke arah utara sehingga cenderung menggerus lereng sungai pada segmen ruas jalan longsor.

“Konstruksi jalan desa ini berada di atas endapan alluvial lanau lempungan yang dialasi oleh batuan breksi andest Formasi Nglanggran. Tanah lanau lempungan di segmen ruas jalan longsor memiliki ketebalan hingga 12 meter dan sifat plastisitas tinggi,” katanya.

Sementara itu, Dr Ali Awaludin, mengungkapkan penyebab tanah mudah amblas dan bergerak karena faktor kecembungan yang terkena air dengan jangka waktu relatif lama sehingga pori-pori tanah mudah bergerak.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-munas-ke7-lem-spsi-arif-minardi-mari-kita-utamakan-bipartit-9726

Lebih ditegaskan lagi oleh Dr Fikri Faris, di tempat itu diperlukan penataan air yang berdasarkan kajian aliran air merupakan penyebab utama amblasnya tanah. Sehingga direkomendasikan agar tanah tidak mudah amblas dan menjadi kuat, perlu perencanaan dan upaya stabilisasi dengan cara pondasi tebing yang kokoh dan kedalamannya hingga ke tanah yang keras sehingga kuat,” saran Faris.

Ruas jalan yang amblas di pinggir Sungai Oyo, Srikeminut, Imogiri, Bantul || YP-Supardi

Selain itu, di bagian tepi jalan (kanan dan kiri) diperlukan bronjong yang memadai. Sedangkan tanah yang ada dikeruk dan diganti dengan tanah lain yang karakternya tidak nudah amblas.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-keluarga-korban-pembunuhan-berencana-tegaskan-almarhum-bukan-dukun-pengganda-uang-9725

Bupati Abdul Halim Muslih, menyatakan adanya kajian dari UGM ini manfaatnya tidak hanya terbatas pada yang kaitannya dengan jalan amblas itu, namun juga studi dan kajian tanah di Wilayah Bantul sebagai pertimbangan adanya rekomendasi kontruksi.

Untuk memperbaiki jalan yang amblas itu akan menormalkan tanah sesuai dengan rekomendasi dari UGM. “Ini memerlukan biaya yang besar dan waktu cukup panjang. Namun DPU PKP Bantul nantinya diharapkan akan membuat perencanaan yang matang,” katanya. 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, jalan menuju Destinasi Wisata Srikemunut Gedungmiri ini mula diketahui amblas sedalam 1 hingga 1,5 meter dan sepanjang sekitar 40 meter sejak 28 Desember 2023. (Spd)


share on: