Yogyapos.com (BANTUL) – Dua tahun menjalani pembelajaran jarak akibat pandemi, tidak menghalangi SMAN 1 Sewon mengukir prestasi. Sekolah yang berlokasi di JalanParangtritis, Bangunharjo Sewon Bantul ini, meraih prestasi sebagai sekolah dengan jumlah siswa yang masuk PTN lewat jalur prestasi tertinggi.
“Tahun ini ada 55 siswa yang diterima masuk tanpa tes di berbagai PTN lewat jalur prestasi, ini tertinggi di DIY,” kata Kepala SMAN 1 Sewon Yati Utami MPd, saat menyambut purnawisuda, Rabu (27/5/2022).
Dalam kesempatan tersebut diumumkan daftar siswa beprestasi yang mengikuti purna siswa tahun 2022 ini, siswa-siswa yang berprestasi. Untuk juara sekolah masing-masing Juara untuk bidang studi MIPA Addina Mutiara Sevilla (XII MIPA 4), Sherlyta Ichana Diastuty (XII MIPA 6), Fanipuspita Sari (XII MIPA 4). Untuk jurusan IPS; Fikrudzikri al Farisy (XII IPAS I), RR Izazahra Dikta Awaluna (XII IPS 2), Daffa Khoirunanda Radanis (XII IPS 1)
Ada juga yang berprestasi kancah internasional, Mereka ikut mengharumkan nama bangsa karena menjuarai Asean Games. Mereka adalah Arif Dwi Pangestu yang mendapat 2 medali emas di Asean Games yang berlangsung di Hanoi, Vietnam baru-baru ini, dan Lisnawanto Putra Aditya yang mendapat medali perunggu dari Asean Games Jepang 2021.
Tak mau ketinggalan, ada siswa disabilitas yang meraih prestasi dengan men jadi nominasi sebagai finalis olimpik pelajar 2020. Namanya Aulia Rahmi yang berasal dari kelas XII IPS 2.

Para wisudawan
Di luar mereka, ternyata masih ada 80 siswa SMA N 1 Sewon yang jugaber prestasi dalam ajang berbagai kompetisi tinggal local maupun internasional. Karena itu tidak mengherankan bila tahun ini ada 55 siswa yang bisa melanjutkan PTN lewat jalur prestasi.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Sekolah mengungkapkan selama kondisi pandemi covid 19, SMAN 1 Sewon terus berusaha melakukan terobosan agar siswa tetap meraih hasil maksimal, walaupun harus belajar lewat online.
“Alhamdulillah hasilnya memuaskan, siswa kami banyak yang diterima di PTN lewat jalur prestasi,” kata kepsek.
Yati Cahyani, optimistis akan banyak siswa diterima di PTN. “Kami yakin kalian akan diterima di perguruan tinggi sesuai keinginan kalian,” katanya.
Dalam menghadapi pandemi yang mengharuskan siswa belajar jarak jauh, SMAN 1 Sewon membuat sebuah metode pembelajaran yang melibatkan orangtua siswa dalam Leanring Manajemen Sistem (LMS)
Masa pandemi Bertujuan menghadirkan sekolah maya terlengkap dan berbeda dengan sekolah lainnya, SMAN 1 Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta memutuskan melibatkan keterlibatan orang tua di dalam Learning Manajemen Sistem (LMS).
Kehadiran orang tua inilah yang menjadi salah satu keunggulan LMS yang dibuat sendiri oleh Tim Penjamin Mutu Pendidikan SMAN 1 Sewon dalam membantu serta pengawasan pendidikan siswa dalam konsep pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Program LMS tersebut dibuat sendiri oleh tim Penjaminan Mutu SMAN 1 Sewon. Selain melibatkan orang tua, LMS juga menyediakan laboratorium digital untuk praktik, modul buku-buku pelajaran terbitan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Risetdan Teknologi (Kemendikbudristek), Kurikulum 2013 dari kelas X-XII, yang bisa diunduh.
Para siswa juga bisa belajar dari soal-soal yang sudah disesuaikan dengan kriteria Asesmen Kompetensi Minimal (AKM) yaitupilihanganda, pilihan ganda kompleks, menjodohkan benar-salah dan esai. Soal ini keseluruhannya bermuara pada Assessment Nasional (AN).
Pengawasan yang dilakukan orang tua di LMS SMAN I Sewon tidak sebatas pada nilai akademis maupun keterampilan siswa, namunmereka juga dilibatkan untuk memberikan penilaian mengenai sikap siswa selama proses PJJ. Orang tua akan dipandu dengan beberapa petunjuk untuk menilai.
Dengan waktu yang lebih banyak di rumah, dibandingkan di lingkungan sekolah, peran orang tua untuk memantau anak sangat penting. Pasalnya guru tidak bisa sepenuhnya memberikan pengawasan.
Orang tua juga bisa melihat perkembangan anak dalam PJJ, yang terus dilaporkan perkembangannya di LMS, terutama pada jam masuk, jam keluar dan durasi sekolah online.
Karena satu-satunya yang melibatkan orang tua, LMS SMAN 1 Sewon dinyatakan oleh Direktorat SMA sebagai best practice dan sudah dibuatkan modulnya untuk dikembangkan di sekolah lainnya. (Ggn)
