Yogyapos.com (BANTUL) - Jembatan lama Srandakan Sungai Progo Trimurti Srandakan Bantul akhirnya jebol, pada Kamis (6/2/2025) sekitar 23.30 WIB.
Kondisi itu terjadi karena terdampak jebolnya DAM Srandakan yang ada di selatannya, akibat tegerus air dan pasirnya gogos sejak beberapa waktu lalu. Diketahui, jembatan lama ini mulai dibangun tahun 1925. Pada 1929 diresmikan dan difungsikan sebagai jembatan kereta api (lori) pengangkut tebu dan umum.
Panjang jembatan sekitar 531 meter. Pada sekitar tahun 1996 jembatan ini bagian tangahnya amblas. Pada Kamis (7/2) pukul 23.30 wib sebelah barat yang ambles itu jebol dan putus sekitar 100 meter.
BACA JUGA: Terduga Kuat Pembunuh Istri Ditangkap, Polisi Masih Mendalami Motifnya
Akibat kerusakan DAM jembatan itu sejak sekitar 10 hari lalu ditutup dan dilarang untuk dilewati. Sedangkan Jembatan Baru yang terletak di selatan jembatan Lama dan di utara DAM juga dipasang rambu ranbu kenderaan dirangan parkir atau berhenti di Jembatan ini karena berbahaya.
Pengamatan yogyapos.com, menunjukan pula meski arus air Sungai Progo tetap normal namun kerusakan Dam semakin bertambah.
BACA JUGA: Kejati Tahan Tersangka Korupsi Pengadaan Tanah YAKKAP I Kulonprogo
Pasir atau tanah di sekitar semakin tergerus. Sepatu tiang jembatan baru juga semakin tergerus dan dikhawatirkan akan ambruk. Kekhawatiran kerusakan jembatan ini juga kemarin pernah diungkapkan oleh Anggota DPRD Bantul Dwi Kristaintoro dan Sugeng Sudarmanto.
Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry, menyatakan, terkait dengan petistiwa ini Kepolisian meningkatkan kewaspadaan untuk memberikan pengamanan.
“Masyarakat diimbau untuk tidak beraktivitas ditempat ini. Jika terpaksa beraktivtas, harus berhati- hati dan waspada. (Spd)
