Yogyapos.com (BANTUL) - Setelah libur bersama Lebaran 1443 H, Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri maupun swasta di Bantul sejak Senin (9/5) memberlakukan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT).
Kebijakan ini dilakukan untuk persiapan peningkatan kualitas pendidikan terutama para lulusannya untuk menghadapi Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2022/2023. Namun belum menerapkan Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara normal.
“Yang kami lakukan itu untuk menghadapi Ujian Ahir Tahun (UAT), Penilain Ahir Tahun (PAT) dan Asisment Standarisasi Pendidikan Daerah (ASPD) yang dijadwalkan dilaksanakan pada Mei 2022,” kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul, Drs Isdarmoko MPd MM kepada yogyapos.com, Selasa (10/5/2022).
Persiapan lainnya yang ditempuh adalah untuk menghadapi Asesmen Standarisasi Pendidikan Daerah (ASPD). Dalam hal ini ada 12 sekolah yang ditunjuk untuk mempelopori melaksanakannya. Persiapkan lainnya adalah adanya Program For International Student Asssmen (PISA).
“Supaya kesemua upaya itu hasilnya signifikan dan realisasinya baik, maka pihak dinas dan sekolah akan melakukan koordinasi dan komunikasi secara aktif dan positif dan efisensi,” katanya.
Isdarmoko juga menegaskan, Disdikpora Bantul hingga kini belum memberlakukan pelaksanaan pembelajaran tatap muka secara normal 100 persen. Melainkan sekolah juga masih memberlakukan prokes.
Karena masih PTMT, maka pihak sekolah masih diwajibkan menerapkan prokes dan diberikan kewenangan untuk menentukan mata pelajaran dan sistem pembelajaran tersendiri sesuai dengan kondisi dan situasi sekolah yang bersangkutan.
Jika nantinya sitiluasinya dinilai sudah memungkinkan dan sudah ada keputusan secara resmi dari Pemerintah antara lain bentuknya Surat Keputusan Bersama (SKB) tuga menteri, PTM secara normal di sekolah di Bantul baru akan diberlakukan. (Spd)
