Pohon Jati Tumbang Diterjang Hujan dan Angin Kencang

share on:
Pohon yang menimpa rumah warga di wilayah Kalurahan Banyurejo, Kapanewon Tempel || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Hujan deras berdurasi cukup lama disertai angin kencang di wilayah Kalurahan Banyurejo Kapanewon Tempel mengakibatkan pohon jati tumbang menimpa bangunan rumah milik warga, Selasa (7/2/2023).

Pohon jati berdiameter sekitar 60 cm roboh tepat di bagian atap rumah milik Kemas yang terletak di Padukuhan Kerisan RT 03 RW 03 Kalurahan Banyurejo.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-abu-bakar-dimutasi-dari-sekretaris-keuangan-tiga-puluh-dukuh-berempati-9651

“Dipicu hujan yang cukup lebat dan lama menyebabkan robohnya pohon milik Ny Mursilah di Kerisan Banyurejo, arah roboh menuju ke bangunan rumah milik Bapak Kemas yang dihuni 4 jiwa dengan 1 orang balita, Alhamdulillah semua selamat,” kata Jogoboyo Banyurejo Irwan Darmanta.

Akibat kejadian, sejumlah bagian bangunan rumah mengalami kerusakan, antara lain genting pecah sebanyak ratusan biji, tembok selebar 2 meter ambrol dan kerusakan pada kayu reng dan usuk. Dalam proses penanganan, tim membutuhkan  logpal dan terpal.

“Tindakan assesment personel yang terlibat diantaranya TRC BPBD Sleman, unit ops Tempel, Pemkal Banyurejo, unit laks Banyurejo, Relawan Kemanusiaan Tempel (Rekat) dan masyarakat,” jelasnya.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-menteri-perdagangan-temukan-555000-liter-minyakita-belum-terdistribusi-9650

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Makwan mengatakan dampak dari hujan dan hembusan angin kencang terjadi di sebagian wilayah Kapanewon Tempel, yaitu di Padukuhan Plotengan Pondokrejo sebuah pohon tumbang menimpa rumah, Karangpoh Banyurejo juga terjadi insiden pohon Jati menimpa rumah, di Padukuhan Pokoh Banyurejo Tempel ada pohon tumbang menimpa jaringan listrik dan di Pokoh Banyurejo Tempel ada Ting lampu penerangan jalan roboh.

“Kami mengimbau masyarakat untuk memerintahkan peringatan dini cuaca DIY yang bersumber BMKG DIY dan perlu memperhatikan kondisi pohon di sekitar pemukiman, salah satu dengan memotong ranting-ranting yang dirasa membahayakan,” tandas Makwan. (Opo)

 

 

 


share on: