Yogyapos.com (BANTUL) - Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) DIY mendukung upaya kegiatan pemulihan ekonomi warga. Salah satunya dengan menggalakkan vaksinasi di sejumlah tempat .
“Vaksinasi yang sudah kami gelar antara lain untuk dosis 2 di Komplek Pasar Seni Gabusan (PSG) pada Minggu (19/9/2021). Yang dosis 1 juga telah digelar di tempat sama beberapa minggu sebelumnya. Targetnya 1.000 sasaran bagi masyarakat umum sudah bisa terpenuhi,” kata Ketua DPW PKB DIY, Agus Sulistyono, di Bantul, Senin (20/9).
Dikatakan, upaya itu ditempuh karena hampir dua tahun ekonomi warga terpuruk akibat pamdemi Covid-19. Vaksinasi sendiri sebagai salah satu upaya mengatasi penularan Covid-19 dan untuk mewujudkan kekebalan komunal. Sehingga mempercepat pembukaan kembali semua unsur sektor wisata dan ekonomi yang berdampak positif bagi masyarakat.
Saat ini pemerintah mulai melakukan pelonggaran kegiatan masyarakat, menyusul telah diturunkannya level penerapan PPKM dari levl 4 ke level 3. Itu salah satunya ditentukan dengan melihat capaian vaksinasi. Semakin tinggi capaian vaksinasi, maka Level PPKM akan turun.
“Apabila level penerapan PPKM turun, maka pelonggaran kegiatan masyarakat akan semakin besar. Termasuk kegiatan pariwisata, perdagangan dan pendidikan. Sehingga perekonomian warga segera pulih. Ini keinginan kami. Capaian vaksinasi yang tinggi di Bantul, diharapkan menunrunkan penerapan level PPKM,” jelas mantan anggota DPR RI.
Sementara itu, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, saat ditanya vaksinasi di Bantul, menyatakan pihaknya menilai masih terdapat warga yang menolak. Ini menjadi kendala program vaksinasi di Bantul. Sehingga dirinya memberikan apresiasi kepada pihak-pihak yang dapat memobilisasi warga untuk mengantar agat warga bersedia melakukan vaksinasi.
“Tentang ketersediaan vaksin, sekalipun belum mampu memenuhi kebutuhan untuk mencapai 100 persen warga yang berhak menerima vaksin. Tetapi kendala ini relatif lebih mudah diatasi dibanding penolakan yang sifatnya mengubah pendirian seseorang. Untuk itu peran tokoh agama dan tokoh masyarakat dibutuhkan guna mengatasi kendala ini,” harap Abdul Halim. (Supardi)
