Pemkab Sleman Canangkan Gerakan Stop Boros Pangan

share on:
Plt Kepala Dinas Pertanian Sleman Ir Suparmono MM, saat memberikan keterangan pers, di Pendapa Parasamnya Sleman, Selasa (5/5) || YP-Agung Dwi Purwanto

Yogyapos.com (SLEMAN) - Di Kabupaten Sleman kesediaan pangan selama pandemi masih aman. Meski demikian, bertepatan pangan Hari Pangan se Dunia 16 Oktober 2021 mendatang, Bupati Sleman pun membuat gerakan untuk masyarakat agar 'Stop Boros Pangan' yang dimulai dari kita. Karena kondisi saat ini pemenuhan pangan di Sleman menghadapi tantangan dengan tingginya alih fungsi lahan, sedangkan jumlah penduduk cenderung terus naik.

Hal tersebut dikatakan oleh Plt Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman Ir Suparmono MM, dalam konferensi pers di Pendapa Parasamnya Sleman, Selasa (5/5). Ia juga mengingatkan bahwa kini perlu adanya strategi alternatif yaitu menekan kebutuhan pangan melalui penurunan pemborosan pangan.

Dari sisi produksi, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan terus meningkatkan lewat intensifikasi, mencari alternatif gerakan agar masyarakat tidak boros pangan.

“Kalau kondisi alih lahan dan cara konsumsi pangan seperti sekarang ini maka diperkirakan pada tahun 2022-2023 Sleman bisa difisit beras. Saat ini masih surplus  beras 70 ribu ton dan beberapa surplus 100 ribu ton ini terus turun dari tahun ke tahu,”  tandasnya.

Sementara disisi lain Bupati Sleman Kustini menyampaikan salah satu penyebab pemborosan pangan karena perilaku konsumsi pangan kita, dengan banyaknya masyarakat yang tidak menghargai pangan. Misal belanja berlebihan, makan tidak dihabiskan, gengsi menghabiskan makanan dan hasil pertanian dibiarkan busuk akibat harga rendah.

“Kami mengajak seluruh warga Sleman untuk mulai menghargai pangan stop boros pangan mulai dari piring kita,” imbaunya. (Agung DP) 

 


share on: