Pemilik Bus Lakalantas Maut Akan Dimintai Keterangan

share on:
Kapolres AKBP Ihsan SIK saat konferensi pers di Mapolres Bantul, Senin (7/2/2022) sore || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Meski diduga akibat rem blong, namun kepolisian masih terus mendalami hingga diperoleh kepastian penyebab kecelakaan lalulintas tunggal bus Nopol AD 1507 EH yang menewaskan 13 orang penumpang, di Jalan Bukit Bego, Dusun Kedungbuweng, Imogiri Bantul.

Kapolres AKBP Ihsan SIK mengungkapkan, guna memeroleh kepastian penyebab musibah itu pihaknya telah melakukan olah TKP dengan dibantu tim dari Ditlantas Polda DIY dan Satkorlantas Mabes Polri. Olah TKP ini akan dilanjutkan dengan TAA (Traffic Accident Analysis), termasuk berdasarkan keterangan saksi-saksi penumpang maupun warga sekitar lokasi kejadian.   

BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-dishub-bantul-segera-menambah-ramburambu-di-jalan-kawasan-bukit-bego-6097

“Kami masih kerja keras untuk mengungkap kepastian penyebab lakalantas melalui olah TKP dan mencari bukti maupun meminta keterangan kepada para saksi mata dan segera memanggil dan minta keterangan kepada pemilik perusahaan bus,” kata Kapolres, di Bantul, Senin (7/2) sore.

Disebutkan, sejumlah saksi sudah dimimitai keterangan yaitu R. Muhammad Eko Pasa, Nur Mukti (warga setempat) dan Suwanto selaku kernet bus. Kesimpulan sementara penyebab lakalantas itu kondisi jalan menikung dan menurun tajam, sopir tidak menguasai medan dan ada kesalahan pengereman.

Kapolres, mengutip keterangan saksi penumpang menyebutkan bus sebenarnya sempat tak kuat bergerak menanjak. Sehingga penumpang diturunkan, kemudian mereka naik kembali ke dalam bus manakalan sudah di posisi atas. Bus kemudian bergerak menurun, namun tak begitu lama tiba-tiba oleng dan menabrak tebing. 

BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-seribu-ban-bekas-untuk-antisipasi-lakalantas-di-tebing-bukit-bego-6103

Sementara itu diinformasikan, hingga petang tadi jumlah korban meninggal dunia sebanyak ada 13 orang kesemuanya sudah teridentifikasi. Mereka adalah Fery Waskito (40, sopir), Selia (20), Puji (45), Refan (10), Lasmin (55), Sri Wahyudi (55), Sugiyono (59), Afiana (12), Iswandi (43), Sukarno (50), Sarsini (40), Parjiyem (53) dan Paryono (76).

Sedangkan kondisi bus yang ringsek di bagian depan dan pecah kaca di seluruh bagian samping telah berhasil dievakuasi pada Minggu (6/2) pukul 21.30 WIB. Kini bus itu berada di rumah penyimpanan barang bukti, di Pandak Bantul. Bus tidak diparkirkan di Mapolres karena pertimbangan keluasan lahan. 

Adapun para korban yang menderita luka sebanyak 34 orang dirawat di RSUD Bantul, PKU Muhammadiyah Bantul, di RS Nurhidayah Bantul. Semuanya ditangani secara maksimal oleh tim medis masing-masing rumah sakit. (Spd/Met)

 

 


share on: