Pemda DIY Kebut Program Strategis Pembangunan Insfrastruktur

share on:
Kasi Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas PUP-ESDM DIY, Andi Kurniawan Dharma ST MURF || YP-Eko Purwono

Pemda DIY terus berupaya melakukan percepatan program strategis pembangunan infrastruktur jalan penghubung antara wilayah Kabupaten Sleman dengan Kabupaten Gunungkidul. Dalam perencanaan, ruas jalan ini nantinya akan membuka akses strategis dari wilayah Kapanewon Prambanan hingga Gading sepanjang 28 km.

Kasi Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas PUP-ESDM DIY, Andi Kurniawan Dharma ST MURP menyatakan sebagian lokasi yang akan dimanfaatkan untuk pembangunan jalan masih dalam proses pembebasan lahan yang pendanaanya melalui Dana Keistimewaan (Danais).

“Lokasi pengerjaan proyek ada pada dua wilayah, yakni Sleman dan Gunungkidul. Untuk yang lokasi Gayamharjo Prambanan Sleman sekarang masih dalam tahap pembebasan lahan,” terang Andi kepada yogyapos.com, di kantornya, Rabu (22/9/2021).

Dikatakannya, pada wilayah Sleman, nantinya akan dibangun ruas jalan sejauh 9,5 km, dibagi 2 segmen masing- masing sepanjang 4,5 km dan 5 km dan untuk pembebasan lahan didanai dari anggaran Danais. Sedangkan sebagai penghubung dua wilayah Sleman dan Gunungkidul telah dibangun konstruksi Jembatan Sembada  Handayani di Lemah Abang Prambanan  yang telah diresmikan pada 2018.

“Untuk tahun ini (2021) target pembebasan lahan sepanjang 4,5km dan sisanya akan dilanjutkan di tahun 2022. Untuk fisiknya sudah diusulkan dan telah masuk rencana umum di Kementerian PU dengan dana APBN,” ungkap dia.

Sedangkan untuk yang berada di wilayah Gunungkidul, lanjut dia, telah dimulai konstruksi pada Ruas Tawang - Ngalang di segmen 1 sepanjang 1,9 km dan di segmen 5 sepanjang 1,3 km dan untuk kedua segmen tersebut ditargetkan selesai di bulan November tahun ini. Direncanakan pada tahun 2022 masuk untuk fisik konstruksi di segmen 4 sepanjang 3,5 km. Harapannya Ruas Tawang - Ngalang ini tuntas fisik konstruksinya di tahun 2023.

Terkait, rencana dibangunnya exit jalan tol Yogya-Solo yang keluar dari simpang susun di Purwomartani, Kalasan ke arah Prambanan tidak akan merubah Detail Engineering Design (DED) yang telah disusun. “Posisi jalan ini di wilayah Prambanan terkoneksi langsung dengan exit Tol Purwomartani, dan terkait keberadaan exit tersebut tidak akan merubah dari rencana,” ujarnya.

Pihaknya berharap keberadaan infrastruktur jalan tersebut dapat mendongkrak perekonomian warga, menjadi jalur alternatif menuju kawasan wisata baik di Sleman maupun di Gunungkidul. "Selain itu menjadi pemecah kepadatan lalu lintas yang berada di ruas jalan Piyungan - Patuk (Jalan Wonosari), mempersingkat jarak tempuh dan diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” harapnya. (Opo)


share on: