Yogyapos.com (BANTUL) - Menteri Pertanian RI Prof Dr Syahrul Yasin Limpo SH MSi melakukan gerakan panen padi sekaligus mensosialisasikan ‘biosaka’ kepada para petani Caturharjo Pandak Kabupaten Bantul, Selasa (14/2/2023).
Biosaka bukanlah pupuk, melainkan larutan ekstrak tumbuhan yang berperan sebagai elisitor yang dapat meningkatkan produktivitas tanaman. Berfungsi pula sebagai vaksinasi kesuburan tanah dan tanaman yang dibuat secara alami dari tumbuh-tumbuhan. Caranya diremas dan diputar di dalam air hingga sekitar 700 kali. Setelah itu airnya akan berwarna kekuningan.
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-muspusdirla-terima-siswa-program-kunjungan-pustaka-9707
“Air berwarna kekuningan itulah disemprotkan ke udara di lahan pertanian untukm kesuburan tanah,” kata Syahrul saat mempraktekan pembuatan biosaka.
Bioska, harganya sangat murah karena dibuat sendiri dan bahan bakunya mudah ditemukan petani di sekitarnya. Sehingga diharapkan dapat digunakan untuk mengurangi pengunaan pupuk kimiawi.
Dengan pemanfaatan biosaka ini diharapkan pula biaya produksi petanian menjadi tertekan atau murah namun hasil panennya maksimal.
“Pertanian adalah tulang punggung negeri untuk penyediaan pangan guna memenuhi nutrisi orang hidup. Dalam hal ini para petani adalah pahlawan dan tidak boleh diabaikan keberadaannya,” katanya.
Sementata itu, Kepala Dinas Pertanian DIY Ir Sugeng Purwanto, mengungkapkan pihaknya juga sedang giat menggalakkan pertanian dengan penggunaan biosaka.
“Tentang luas lahan panen padi di DIY pada musim panen kali ini setidaknya mencapai sekitar 130.000 hektar dan di Bantul sendiri ada sekitar 5.500 hektar dengan hasil panen 6 hingga 8 ton per hektar.
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-bawaslu-sleman-sebar-2000-lembar-stiker-9706
Pada kesempatan sama Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bantul, Joko Waluyo, mengatakan pihaknya merencanakan akan demo pembuatan biosaka dengan melibatkan 1.000 orang untuk pemenuhan 2.000 hektar lahan pertanian, di Imogiri pada Maret 2023. Kegiatan ini diharapkan akan berhasil masuk MURI (Museum Rekor Indonesia).
Menteri Syahrul juga memanen padi dengan mengunakan mesin panen menandai gerakan panen, serta memberikan bantuan bibit padi kepada petani. Bahkan ia menyanyikan lagu wajib Tanah Airku bersama para petani untuk membangkitkan semangat bertani. (Spd)
