Yogyapos.com (BANTUL) - Ditengah sorotan tajam karena belum mengantongi izin Amdal dan IMB, manajemen Hotel Lito (Litle Tokyo) menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kalurahan Munthuk sama di bidang pemberdayaan masyarakat dan wilayah desa setempat, Senin (4/10).
Nota keerjasama ditantdatangani pihak kelembagaan Kalurahan Munthuk diwakili oleh Lurah Marsudi. Sedangkan dari pihak LiTo oleh Winarno, disaksikan oleh Binsa dari Polsek Dlingo, sejumlah perwakilan dari kelembagaan Kalurahan Munthuk diantaranya penggerak seni budaya dan Karang Taruna serta para pengurus Forum Peduli Resiko Bencana (FPRB) Kabupaten Bantul.
Nota kerjasama ini antara lain pihak Hotel LiTo melakukan pendampingan di bidang pemberdayaan masyarakat anytara lain Karang Taruna dan penggerak dan pelestarii seni budaya setempat.
Pihak LiTo juga juga melestarikan budaya, kerjasama dengan Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMkal) Munthuk dalam mengelolaan material yang dibutuhkannya. Misalnya bahan pangan dan peralatan tradisional (tidak dari luar namun dari Munthuk).
Poin lain adalah menjaga kelestarian alam, melakukan tata kelola air dan keseimbangan lingkungan dan memberakan bantuan kepada kasyarakat Munthuk
Lurah Munthuk, Marsudi, mengatakan isi kesepakatan ini sudah dibahas pada musyarawarah di Kalurahan yang dihadiri oleh kelembagaan yang ada.
“Ini mempunyai tujuan positif dan diharapkan bermanfaat. Sedangkan tentang penjabaran dan tehnik lebih lanjutnnya dan detailnya akan dilakukan lebih lanjut oleh masing-masing kelembagaan Kalurahan Munthuk” katanya.
Pada kesempatan sama Owner Hotel LiTo, Winarno, menyatakan pihaknya menyambut dan menanggapi positif terhadap adanya penanda tanganan kerja sama ini.
“Kami akan berupaya dengan seksama untuk merealisasikan apa yang ada dalam isi perjanjian ini. Diharapkan ini akan terlaksana dengan baik,” katanya.
Ditanya tentang perlengkapan perizinan Hotel LiTo, Winarno mengatakan, pihaknya akan berupaya untuk melengkapinya. Tentang salah satu tujuan didirikan LiTo juga untuk pemberdayaan masyatakat dan wilayah setempat khususnya dan Bantul umumnya. (Supardi)
