Maling Bermodus Pencari Sumbangan Beraksi di Tiga Kabupaten

share on:
Kapolsek Pajangan AKP Wiyadi (tengah) menunjukkan dua tersangka penyatron rumah (seragam tahanan biru), Rabu (8/3/2023) || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) – Pelarian S (49) dan C (38) harus berhenti setelah diringkus oleh petugas Polsek Pajangan Bantul, akhir pekan lalu. Sedangkan seorang lagi masih dalam pengejaran.

Kedua penjahat spesialis penyatron rumah asal Indramayu Jawa Barat itu mengaku selama ini telah beroperasi di sejumlah rumah di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta yakni di Kabupaten Bantul, Sleman dan Kulonprogo.

“Hasil pemeriksaan sementara kedua pencuri ini sudah beroperasi berulangkali di Sleman, Kulonprogo dan Bantul. Kami masih melakukan pengembangan pemeriksaan secara intensif,” ujar Kapolsek Pajangan AKP Wiyadi SH MAP didampingi Kanit Reskrim Ipda Haryono SH dan Kabag Humas Polres Bantul Iptu I Nengah Jefry, di Mapolsek Pajangan, Rabu (8/3/2023).

AKP Wijadi mengungkapkan, penangkapan terhadap kedua pelaku ini setelah ada laporan dari korban Adian Triyansyah(35) Kembanggede Rt 04 Guwosari Pajangan Bantul.

Kepada petugas, korban menyatakan saat pulang ke rumah mengetahui kondisi pintu sudah terbuka dan di dalamnya acak-acakan. Bahkan kemudian diketahui 1 unit laptop dan satu hardisk, STNK sepeda motor, ATM atas nama istrinya, Tri Oktaviana dan uang Rp 400.000 sudah lenyap.

Dari laporan itu, petugas segera melakukan penyelidikan di TKP dan berusaha melacak pelaku berdasarkan keterangan sejumlah saksi. Langkah sigap petugas tak sia-sia, kedua pelaku akhirnya berhasil ditangkap sesaat setelah melakukan aksi kedua kalinya di rumah Wagirah di wilayah Guwosari Pajangan Bantul.

“Dari rumah korban terakhir ini pelaku membawa kabur uang Rp 2.600.000,” jelas AKP Wiyadi.

Menurut dia, kedua pelaku terbilang cerdik. Mereka menggunakan modus pura-pura sebagai pencari sumbangan dari rumah ke rumah warga. Beruluk salam dan mengetuk pintu. Jika penghuni rumah keluar, maka disodorkanlah map berisi permohonan sumbangan. Tapi saat ketukan pintu tak beroleh jawaban, maka kondisi rumah dapat dipastikan sepi penghuni. Mereka kemudian memasuki rumah tersebut secara paksa dan mengambil barang-barang berharga maupun uang.

Kapolse AKP Wiyadi menyatakan masih mengembangkan pemeriksaan. Patut diduga kedua pelaku ini telah memakan banyak korban. Mungkin bisa lebih dari apa yang diakuinya. “Pada kesempatan ini kami juga perlu mengingatkan masyarakat agar berhati-hati saat meninggalkan rumah. Pastikan rumah sudah dalam keadaan terkunci,” imbaunta. (Spd)


share on: