Yogyapos.com (SLEMAN) - Proses lelang 3 paket pekerjaan dibawah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) ditengarai terjadi kecurangan yang mengarah terjadi indikasi pengaturan pemenang lelang, parahnya lagi seluruh perusahaan pemenang tender justeru berasal dari luar wilayah DIY.
Paket pekerjaan konstruksi yang ditenderkan melalui Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) wilayah DIY ini, diantaranya Pembangunan Embung Sendangtirto di Kalurahan Sendangtirto, Kapanewon Berbah, Sleman, kemudian Embung Mualimin di Kalurahan Bangunjiwo, Kapanewon Kasihan Bantul dan Pembangunan prasarana pengendali banjir Sungai Opak dan anak-anak sungai di wilayah Kapanewon Kalasan, Sleman.
“Paket pekerjaan Embung Mualimin dimenangkan oleh kontrakror PT Lubuk Minturun Konstruksi Persada dari Padang, Sumatera Barat. Ok lah proses lelang itu memang boleh diikuti oleh peserta dari seluruh Indonesi , tapi ada kan etika yang tidak tertulis yang itu lebih mengutamakan kearifan lokal apalagi pada saat pandemi Covid-19, banyak orang menjerit tidak punya pekerjaan, baik kontraktor maupun tenaga kerja. Juga pertimbangan cost mobilisasi kalau pemenangnya dari kontraktor luar DIY,” tandas Direktur Gunungkidul Corruption Watch (GCW), Mohammad Dadang Iskandar kepada wartawan, Minggu (15/3/2021).
Menurut dia, pertimbangan yang dilakukan BP2JK untuk mementukan pemenang tender sangat tidak masuk akal. Sedangkan peserta yang berada pada urutan dibawahnya pemenang, terdapat banyak peserta dari seputaran DIY Jateng yang telah memenuhi persyaratan.
”Pemeneng paket proyek Embung Mualimin pada urutan ke 16, masih ada 15 peserta diatasnya, pertimbangan yang tidak masuk akal dan konyol, padahal rekanan kontraktor lokal sudah berupaya untuk memenuhi persyaratan,” katanya.
Hal serupa diungkapkan Arisdyan, Pemerhati Lelang Barang dan Jasa, soal proses lelang yang terjadi pada paket proyek Embung Sendangtirto dengan Kode RUP 26429835, dia menilai juga terjadi indikasi kecurangan, begitu pula yang terjadi pada Pembangunan prasarana pengendali banjir Sungai Opak dan anak-anak sungai dimenangkan perusahaan PT Putra Mataran Perkasa dari Klaten, Jawa Tengah
“Saat ini masih ada sanggahan , ada perusahaan dibawahnya yang sudah diklarifikasi harga dan administrasi dia lolos, setelah diumumkan perusaann ngak lolos, pokoknya ngak masuk akal, seperti diatur, pemenangngya justeru kontraktor dari luar DIY, PT Armada Hada Graha asal Kota Magelang,” ungkapnya.
Dihubungi melalui telpon seluler, Kepala BP2JK Wilayah DIY, Yanuar Munlait membantah pengaturan pemenang lelang, dia menegaskan semua sudah sesuai dengan mekanisme dan persyaratan yang berlaku.
“Proses tender di BP2JK DIY sudah dilaksanakan oleh Pokja dengan sesuai prosedur dan telah diperiksa oleh tim peneliti, dan saat diminta untuk memundurkan jadwal, kami tidak bisa memenuhi karena sesuai hasil Pokja dan peneliti secara keseluruhan proses sudah selesai dilaksanakan sehingga tidak ada alasan untuk memundurkan jadwal untuk pengumuman,”kata Yanuar menjawab konfirmasi wartawan, Minggu (15/3/2021).
Bahkan, tandas dia tidak ada peserta yang sengaja digugurkan untuk memenangkan peserta lain. ”Sepengetahuan kami tidak ada pengaturan dalam pokjadalam penetapan pemenang dan sidah dilakukan pengecekan oleh tim peneliti,” ungkapnya.
Informasi yang dihimpun yogyapos.com menyebutkan, lelang paket pekerjaan Embung Mualimin diikuti sebanyak 206 dimenangkan oleh PT Lubuk Minturun Konstruksi Persada yang beralamat Jl. Ujung Gurun No.47, Kota Padang, Sumatera Barat, pagu anggaran Rp 7.000.000.000 dengan harga penawaran Rp 6.159.745.000.
Paket pekerjaan pembangunan Embung Sendangtirto dengan pagu anggaran senilai Rp 9.700.000.000 dengan penawaran harga Rp 7.565.310.274,81 jumlah peserta pelang sebanyak 177 perusahaan, pemenang PT Armada Hada Graha beralamat di Jalan Delima No 41-43 Armada Estate Kota Magelang, Jawa tengah
Pembangunan Prasarana Pengendali Banjir Sungai Opak dan Anak-anak sungainya dimenangkan oleh PT Putra Mataram Perkasa berkantor di Sumbersari, Gondangan, Jogonalan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, dengan pagu anggaran senilai Rp 24.500.000.000 dan harga penawaran sebesar Rp 19.600.000.067,23. (Opo/Met)
