Kongres Alumni Sejarah UGM Berlangsung Meriah, Dibyo Primus 'Kocok Perut' Peserta

share on:
Prof Djoko Suryo dan Prof Suhartono menerima bingkisan tanda cinta dari alumni || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Ratusan alumni Sejarah FIB UGM dari angkatan 1971-2016 mengikuti reuni dan kongres dengan penuh kegembiraan. Tidak saja bertemu sesama teman seangkatan dan dosen, mereka juga menggelar kongres untuk memilih kepengurusan Keluarga Alumni Sejarah Gadjah Mada (Kasagama) periode 2022-2027.

Acara Reuni dan Kongres Alumni Sejarah FIB UGM dipandu duet MC Anang Batas dan Dibyo Primus. Selain mengocok perut para alumni keduanya mampu memutar ulang kenangan semasa kuliah. Acara yang digelar Sabtu (17/9/2022) juga dihibur oleh Balakosa Yogyakarta.

Dalam laporannya Wahjudi Djaja selaku Ketua Panitia menyampaikan sesuai AD/ART Kasagama, setiap lima tahun sekali diadakan Kongres untuk memilih Pengurus Pusat Keluarga Alumni Gadjah Mada (PP Kasagama).

“Dengan waktu terbatas, dalam kondisi yang belum sepenuhnya normal, izinkan kami mengajak merajut kenang dan bersama-sama merenda juang,” tandasnya. 

Yu Par sebagai guest star || YP-Ist

Sementara itu Dr Abdul Wahid selaku Ketua Departemen Sejarah FIB memaparkan visi dan misi yang menjadi fondasi kiprah akademik. Saat ini Departemen Sejarah memiliki dua program studi yaitu Sarjana dengan Akreditasi A dan Magister dengan Akreditasi Unggul yang memiliki reputasi internasional.

“Visi kami adalah menjadikan lembaga pendidikan yang mengembangkan Ilmu Sejarah transformatif untuk pemberdayaan masyarakat dan kemanusiaan,” tandasnya.

Orasi ilmiah disampikan Dr Amin Mudzakkir, peneliti BRIN dengan judul ‘Sejarah, Kebebasan dan Keterbatasan’ (naskah lengkapnya bisa dibaca di yogyapos.com-red). Secara ringkas dikatakan, sungguh beruntung orang-orang yang belajar sejarah.

“Yang dimaksud tentu saja bukan sekadar sejarah sebagai sebuah disiplin akademik yang diajarkan di universitas, melainkan juga sejarah sebagai suatu prinsip etis untuk membiasakan diri berpikir dialektis sehingga terhindar dari laku deterministik yang gampangan. Semoga kita bisa mencapai ideal demikian,” paparnya.

Reuni dan Kongres dimeriahkan dengan hadirnya guest star Yu Par. Bagi mahasiswa FIB UGM sosok asal Bayat ini tentu tidak asing. Dialah yang menjual makanan di Kantin Bonbin yang ramah bagi kalangan mahasiswa. Yu Par sempat berkaca-kaca saat diledek Anang Batas dan Dibyo Primus apalagi ketika menerima bingkisan tanda cinta.

Dalam sambutannya mewakili para dosen, Prof Suhartono merasa terharu melihat daya juang dan totalitas para alumni. “Gunakan ilmu yang kami berikan untuk mengembangkan Ilmu Sejarah agar kontekstual. Sejarah lokal adalah pilar utama sejarah nasional. Manfaatkan Ilmu Sejarah untuk membantu masyarakat,” pesannya.

Dalam rapat Tim Formatur yang diketuai Wahyu Harjanto dan Sekretaris Titi Susanti dengan anggota 17 orang, memilih Wahjudi Djaja sebagai Ketua Umum Kasagama periode 2022-2027. Kepengurusan lengkap akan segera diumumkan setelah melakukan musyawarah. (Iud)

 


share on: