Kiringan Menjadi Desa Wisata Kebugaran

share on:
Para produsen jamu tradisional Desa Kiringan || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Desa Wisata Jamu Kiringan Kalurahan Canden Kapanewon Jetis Kabupaten Bantul yang selama ini dikenal sebagai pusat peodusen dan pedagang jamu tradisonal gendhong diarahkan menjadi Desa Wisata Kebugaran.

“Kiringan sejak lama dikenal sebagai pusat produksi dan pedagang jamu gendhong. Bahkan cukup tekenal sebagai desa wisata jamu yang merupakan salah satu kekayaan dan potensi di Bantul. Ini berkat kreativitas, inovasi dan kegigihan para warganya yang juga selaku produsen dan pedagang jamu gendhong,” kata Abdul Halim Muslih saat menerima kunjungan Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BB POM) DIY DraTrikonati Mustikawati APt dan peluncuran Kiringan sebagai Desa Wisata Kebugaran, Selasa (12/10/2022).

Abdul Halim mengungkapkan, wisata sudah menjadi kebutuhan primer dan bukan lagi skunder. Kiringan salah satu tujuan wisatawan sebagai desa wisata jamu potensial segera dikembagkan menjadi desa wisata kebugaran. Manfaatnya selain bisa sebagai obyek wisata juga membantu mewujudkan derajat kesehatan masyarakat (wisatawan) dan mengutakan perekonomian UMKM.

Sementara itu, Kepala BB POM DIY, Trikonanti Mustikawati, mendukung untuk diluncurkannya Desa Wisata Jamu Kiringan sebagai Desa Wisata Kebugaran.

“Kami melakukan kunjungan ke desa wisata jamu ini sebagai upaya literasi dan inovasi berbasis desa,” katanya.

Pihaknya  akan melakukan pendampingan bersama berbagai pihak. Melalui literasi dan inovasi berbasis desa kepada Kiringan diharapkan akan memberikan manfaat lebih besar di sektor wisata dan kesehatan serta ekonomi.

Kepala Dinas Pariwidata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo juga menyatakan menyambut positif dan mendukung Kiringan sebagai desa wisata kebugaran.

“Tentu ini langkah positif, maka Dinas Pariwisata juga siap untuk berkolaborasi dengan pihak manapun yang akan menguatkan wisata di Bantul. Salah satu caranya bisa melalui atensi terhadap Kiringan,” kata Kwintarto.

Pada kesempatan itu, Abdul Halim, Trikonanti, Kwintarto dan Lurah AKBP (Pur) Beja WTP juga melakukan aksi dan minum jamu serta menunjukan produksi jamu keringan. Sedangkan Kepala BB POM DIY serombongan didampingi Beja WTP juga melakukan peninjauan produksi jamu dan kebun TOGA yang ada. 

Sutrisno, selaki produsen jamu di Kiringan saat memandu kunjungan ini menjelaskan nama dan jenis tanaman tumbuhan yang ada di TOGA yang juga merupakan laborat jamu.

“Nama dan jenisnya misalanya temulawak, pulutan, kumis kucing, gandaresa, asem manis dan pohon landep,” ungkap Sutrisno.

Selama ini banyak wisatawan yang berwisata di Kiringan membeli  dan mengkonsumsi jamu gendhong maupun melihat proses produskinya serta melihat TOGA yang ada. Jumlah produsen dan pedagang jamu di Kiringan tidakn bkuranh ada 70 orang. (Spd)

 


share on: