Yogyapos.com (YOGYA) - Pemerintah Indonesia dan India resmi memperkuat kerja sama dalam bidang konservasi dengan merestorasi kawasan Candi Prambanan. Dalam kesepakatan itu, akan dilakukan restorasi candi perwara atau pendamping.
Keputusan itu tercapai saat kunjungan Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Candi Prambanan, Rabu (8/7/2026).
BACA JUGA: Ratusan Siswa Sambut Kedatangan Presiden Prabowo-PM Modi di Yogyakarta
Kepala Museum dan Cagar Budaya (MCB), Esti Nurjadin, menjelaskan konservasi dilakukan dengan merestorasi 224 candi perwara atau candi pendamping di kompleks Candi Prambanan.
Upaya tersebut dilakukan melalui pendekatan ilmiah. Mulai dari penelitian arkeologi, dokumentasi digital, rekonstruksi berbasis kecerdasan buatan (AI), hingga pertukaran pengetahuan dan peningkatan kapasitas konservasi antara kedua negara.
BACA JUGA: Presiden Prabowo dan PM Narendra Modi Perkuat Kerjasama Kebudayaan di Prambanan
Indonesia dan India akan menjalankan program konservasi ini selama sepuluh tahun. Dalam tahap pertama akan difokuskan pada 54 Candi Perwara di kuadran timur laut Kompleks Candi Prambanan.
"Nah, yang akan diberikan bantuan oleh PM Modi itu adalah satu kuadran atau seperempat saja dari perwara dari keseluruhan kompleks Candi Prambanan ini. Jumlahnya sekitar 54 perwara," ujar Esti dalam keterangannya, Kamis (9/7/2026).
BACA JUGA: Erick Thohir Cari Bibit Baru Timnas, Festival Grassroot Piala Presiden Digelar di Bantul
Esti menegaskan bahwa kolaborasi konservasi yang dilakukan Indonesia dan India akan dilaksanakan dengan tetap menjaga nilai yang menjadikan Prambanan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.
"Seluruh pekerjaan akan mengedepankan keaslian, keutuhan, dan pendekatan ilmiah. Selain itu, keberhasilan kerja sama ini tidak hanya diukur dari jumlah perwara yang dikonservasi. Tetapi juga peningkatan kapasitas konservator Indonesia, berkembangnya praktik konservasi berbasis ilmu pengetahuan, dan terjaganya nilai warisan dunia Prambanan," tutur Esti.
BACA JUGA: Messi, Kucing Pertama yang Peroleh Kartu Anggota Muhammadiyah
Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Utama InJourney Destination Management, Febrina Intan, mengatakan bahwa sejak ditetapkan sebagai pusat rumah ibadah umat Hindu Indonesia dan dunia pada 2022, kawasan ini tidak lagi dipandang semata sebagai objek wisata atau situs arkeologi. Melainkan juga sebagai ruang diplomasi budaya, spiritualitas, pendidikan, serta kerja sama internasional yang mempertemukan berbagai negara dalam semangat pelestarian warisan dunia.
BACA JUGA: Tobat Ekologis, Menteri LH Targetkan Penanaman 2 Miliar Pohon
"India merupakan salah satu pasar potensial bagi pariwisata Indonesia. Data kunjungan wisatawan mancanegara ke kawasan Candi Prambanan menunjukkan wisatawan asal India mencapai rata-rata hampir 4.000 orang per tahun," ujarnya.
Menurutnya, kunjungan PM India diharapkan menjadi katalis bagi peningkatan minat wisatawan India untuk berkunjung ke Indonesia, khususnya ke Candi Prambanan.
BACA JUGA: AI Mengubah Cara Bekerja, SDM Unggul Kunci Hadapi Perubahan Dunia Kerja
"Kami berharap percepatan pemugaran kawasan Prambanan semakin memperkuat daya tarik destinasi ini di mata dunia, khususnya bagi wisatawan asal India yang memiliki kedekatan historis dan kultural dengan kawasan ini," jelasnya. (Jhw)
