Kejari Bantul Berhasil Tingkatkan Penyelamatan Uang Negara

share on:
Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Bantul, Soewandi SH MHum || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Kejaksaan Negeri (Kejari) Bantul selama periode Januari hingga November 2021 telah menangani 310 perkara tindak pidana umum (pidum). Sedangkan tindak pidana khusus (pidsus) sebanyak 12 perkara. 

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Bantul, Soewandi SH MHum, mengungkapkan  dari jumlah tersebut, terbanyak adalah perkara narkotika dan obat-obat berbahaya (narkoba). Sedangkan paling sedikit kejahatan kehutanan, yakni sebanyak 1 perkara.          

"Untuk tindak Pidum tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) sebanyak 6 perkara. Kejahatan yang dilakukan anak-anak sebanyak 14 perkara. Korban anak ada 13 anak perkara. Tindak pidana narkoba ada 36 perkara. Kehutanan 1 perkara dan tindak pidana lainnya sebanyak 97 perkara,” jelas Kajari didampingi Kasi Datun, Kunto Singgih Pramono SH menjwab konfirmasi yogyapos.com, Rabu (22/12).

Kajari juga menginformasikan tentang perkara pidsus penuntutan di persidangan sebnyak 1 perkara. Penyidikan 4 perkara. Peninjauan Kembali (PK) 2 perkara dan yang ekskusi sebanyak 6 perkara.

Dalam hal perkara pidsus ini, Kejari Bantul berhasil menyelamatkan uang negara dan diserahkan ke Kas Kabupaten Bantul sebesar Rp 71.231.859,42. Ke Kas Negara Rp 135.986.050. Denda pajak yang diserahkan ke Kas Negara sebanyak Rp 45.000.000. Sehingga jumlah total mencapai Rp 254.217.909.42.

Sementara itu, pada periode sama PNBP tindak pidana umum biaya perkara yang disetor ke Kas Negara sebesar Rp 6.078.500. Denda Lalulintas Rp 327.298.000 ditambah denda pidana lainnya Rp 416.986.050, sehingga total Rp 744.284.050.

Di sisi lain, tantang pengganti Perdata dan Tata Usaha Negara (DATUN) Rp 12.000.000. Ini juga kami serahkan ke Kas Negara. Sehingga total jumlah keselurahan Rp 1.014.592.459,42,” katanya.

Kajari Soewandi menegaskan, capaian itu berkat keseriusan kerja selurah jajaran Kejari Bantul dalam penegakan hukum. Dibandingkan pada periode sama tahun sebelumnya (2020) cenderung mengalami meningkat. (Spd)

 


share on: