HUJAN deras mengguyur area Taman Wisata Candi Borobudur sejak siang hari. Namun hal ini tak menyurutkan semangat penonton Indonesia Bertutur 2022. Virama Panggung Senja tetap dipadati pengunjung. Banyak dari mereka mengantri dan berkumpul di depan gerai-gerai makanan yang berbaris rapi, mengisi perut sambil menyisip berbagai minuman hangat yang disediakan.
Festival Indonesia Bertutur 2022 tak hanya menampilkan berbagai kesenian tradisional dan kontemporer, namun berbagai sajian kulinernya khas Magelang dan hasil kriya. Ada 37 gerai UMKM yang telah dikurasi oleh Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kabupaten Magelang untuk buka stan di Indonesia Bertutur 2022. Ragam kuliner yang disajikan seperti gudeg, mangut, sop senerek, tongseng kepala kambing, dan berbagai jajanan lawas seperti getuk, jenang, aneka jamu, es dawet, kopi, dan aneka ragam coklat menjadi pilihan santapan pengunjung.
“Jadi di Indonesia Bertutur itu bukan hanya ada pertunjukan aja, tapi juga ada booth-booth makanan dan kriya juga. Jadi kalau lagi menunggu pertunjukan selanjutnya, kalian bisa cuci mata dan minum-minum teh asli Magelang,” ujar Tantri Namirah, seorang vlogger, Minggu (11/9/2022).
Ragam kerajinan tradisional || YP-Ist
Area Panggung Senja Virama dikelilingi oleh penjual makanan, sementara di area Beranda–dimana pengunjung biasanya mengantri masuk sambil menukarkan merchandise Indonesia Bertutur–dijejeri dengan gerai kriya atau kerajinan tangan. Terdapat kerajinan dari batok kelapa dan bambu, wayang, topeng, kain pewarna alam, pelepah pisang, dan juga tas anyaman.
Salah satu kuliner yang jadi favorit pengunjung adalah Mangut Ikan Beong, yang memang sajian khas Kabupaten Magelang. Dibanding makanan berkuah seperti sop, soto, tongseng, atau bahkan garang asem, mangut memang masih kurang bergaung namanya, terutama di skala nasional, padahal rasanya tak kalah sedap. Mangut sekilas seperti perpaduan gulai dan garang asem, memiliki kuah yang encer tapi kaya dengan bumbu. Rasanya manis dan pedas dan biasanya dibuat menggunakan ikan air tawar.
Ikan Beong adalah ikan yang serupa dengan patin tapi lebih besar dan berdaging. Ikan ini merupakan hewan endemik hewan endemik yang berhabitat hanya di Sungai Progo.
Selain itu ada juga Sego Megono, sajian nasi khas Jawa Tengah yang cacahan nangka muda yang dicampur dengan parutan kelapa yang sudah diberi bumbu. Menyantapnya akan lebih maknyus lagi jika ditemani dengan tempe mendoan–yang juga jadi pilihan camilan pengunjung Indonesia Bertutur sambil menonton artis favorit di panggung.
Gudeg tetap favorit || YP-Ist
Favorit lainnya adalah kuliner khas Daerah Istimewa Yogyakarta, Gudeg. Gerai Gudeg De’ Nda terus ramai dikerumuni pengunjung. Penjual gudeg yang biasanya hanya berjualan dari rumah ini sempat mengaku kewalahan melayani pengunjung, terutama di Hari Ke-2, ketika penyanyi Tulus tampil di Panggung Lumbini.
“Belum jam 8 makanan kita sudah habis,” ujar De’ Nda sambil sibuk memasukkan sambal krecek ke piring pengunjung. Ia mengaku omsetnya sampai dua juta rupiah di hari itu.
Stan penjual kain shibori yang menggunakan pewarna alam, Shibiru juga ramai dikunjungi pembeli, salah satunya adalah aktris Amanda Rawles. Ia membeli beberapa potong kain, tas lipat, dan luaran baju.
“Kuliner kali ini diambil dari kuliner lokal yang merupakan andalan Kabupaten dan Kota Magelang. UMKM ini rata-rata belum bisa berpromosi dengan baik, harganya juga sangat murah, semoga dengan Indonesia Bertutur kali ini bisa membantu promosi UMKM tersebut,” ujar Gisella Uci, Pegiat Wisata dan UMKM Magelang.
Stand UMKM Tantri Namirah || YP-Ist
Indonesia Bertutur hari ke-4 diramaikan oleh Ayo Dongeng Indonesia, Sanggar Seni Ahmad Danom, Woro Widowati dan Letto di Panggung Virama. Sedangkan artis Singapura yang berbasis di Berlin, Choy Ka Fai, tampil di Panggung Lumbini dengan karyanya “Postcolonial Spirit”. Instalasi Festival Cahaya, Kiranamaya, menampilkan Josh Marcy Putra Pattiwael dan S. Sophiyah K.
Festival Film Tari mempertontonkan lima film: And Then We Danced, Ali, Fallen Memory, Lebih Sedikit, dan The Written Face. Artist talk juga dilangsungkan pada pukul 13:00 di Eloprogo Art House dengan pembicara: Sony Santosa, Khvay Samnang, Natasha Tontey, Tromarama, Gilang Anom Manik, dan Alia Swastika sebagai moderator.
Indonesia Bertutur 2022 masih terus berlangsung sampai 11 September 2022 untuk pengunjung umum dan akan dilanjutkan dengan penampilan orkestra dan Ruwatan Bumi sebagai bagian dari G20 Culture Ministers Meeting. (*)
