Gandung Bertekad Jadikan Desa Pusat Pertumbuhan Ekonomi, Bupati Akui Terkendala Pemasaran

share on:
Panen raya Mina Padi, di Bantul, Kamis (16/9/2021) || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Anggota DPR RI dari Komisi III Drs H Gandung Pardiman MM, berobsesi ingin mewujudkan desa sebagai pusat pertumbuhan dengan cara berinovasi bidang ekonomi, pariwisata dan perdagangan untuk penguatan perekonomian nasional di masa mendatang.

“Kini sudah ada inovasi dari masyarakat melalui Badan Riset Indobasi Nasional (BRIN) dengan cara mencetak helm dari serabut kelapa sekitar 3.000 unit. Helm yang dikirik ke saya 300 helm. Per tanian dan desa inovasi penting. Jika setiap desa jadi pusat pertumbuhan menjadikan para petani seperti di negara negara maju dan kaya,” kata Gandung Pardiman pada acara panen raya mina padi bersama Bupati Bantul H Abdul Halim Muslijlh Anggota Komisi III DPR RI Gandung Pardiman dan Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) di Kelompok Tani Sasono Catur DusunTanten Kebonagung Imogiri Kabupaten Bantul, Kamis (16/9).

Pada kesempatan tersebut Gandung juga menyatakan, selama ini dan nantinya tidak akan pernah FPG jadi oposisi. Karya fitrohnya bukan oposisi namun harus mendukung pemerintah. Termasuk dalam mewujudkan desa jadi pusat pertumbuhan

Ia berranji berbagai bantuan yang diperlukan warga antara lain LPJU yang diperlukan 12 titik akan dibantu 6 titik dan bibit tanaman juga akan disalurkan. Masalah kebutuhan pupuk juga akan diupayakan bisa mencukupi.

Sementara itu Bupati Bantul, H Abdul Halim Muslih, mengatakan Bantul mengandalkan pertanian, pariwisata dan perdagangan. Namun kendalanya bidang pemasaran dan mempertahankan harga hasil pertanian. Maka bagaimana caranya agar itu semua bisa dtanggulangi harus dilakukan. 

“Selama ini Kebonagung mejadi jujukan daerah lain untuk uji coba pertanian. Ini  mengangkat Bantul di bidang pertanian yang handal. Akan tetapi kedalanya APBD Bantul terbatas, yaitu Rp 2 triliun.Jika dijereng (dibelanjakan) tak cukup . Maka memerlukan  bantuan dari APBN termasuk melalui Pak Gandung dalam acara ini. 

Pada kesempatan sama Ketua Kelompok Tani Sasono Catur Kanten Kebonagung, Wagiyana, dalam laporannya menyampaikan dengan usaha mina padi setiap masa tanam hanya perlu dipupuk satu kali karena kotoran ikan bisa  jadi pupuk. Jika biasa (bukan mina padi) harus dipupuk tiga kali.

“Hasil padi sidenok 9,1 per hektare. Ikan 10.000 benih hasilnya 1,2 ton. Kendalanya para petani banyak yang belum tertarik karena tidak tahu. Selain itu juga hama regol (semacam musang) rakus terhadap ikan. Maka solusinya tanaman padi harus dipagar. 

Salah seorang pejabat dari BRIN, Dr Hasi Julendra menyatakan semua lembaga riset bergabung ke BRIN. Pasi Sidenuk merupakan salah satu hasil risetnya. Pada kesempatan ini bantuan yang disalurkan ke petani dan warga bibit tanaman, pupuk dan helm hasil riset. (Supardi)

 


share on: