Yogyapos.com (SLEMAN) - Forum Kewaspadaan Dini Masyakarat (FKDM) dan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kapanewon Tempel menggelar konsolidasi dan koordinasi berbagi informasi mengenai dinamika perkembangan yang terjadi di wilayah Tempel, Selasa (3/10/2023).
Kegiatan ini dilakukan sebagai antisipasi terhadap berbagai potensi yang bisa menyebabkan kerawanan di tengah masyarakat menjelang Pemilu 2024. dihadiri Penewu Anom Kapanewon Tempel Dyah Purwanti, Kepala Jawatan Keamanan Tempel, Supardi beserta jajarannya dan seluruh pengurus FKDM dan Kapanewon Tempel.
BACA JUGA: Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Mengenang Pahlawan yang Gugur Akibat Kekejaman PKI
Penewu Anom mengatakan, menjadi konsentrasi dari kedua forum ini adalah terkait ancaman, tantangan, hambatan, gangguan (ATHG). Apabila ditemukan maka segera dilakukan koordinasi dan memberikan informasi tersebut kepada pihak yang berwenang.
“Perlu adanya kecepatan dan ketepatan mengantisipasi segala bentuk ATHG di lingkungan masyarakat dengan memberikan informasi yang akurat. Sehingga segala bentuk ancaman dan gangguan dapat diantisipasi sesegera mungkin oleh pihak yang berwajib,” kata Dyah.
BACA JUGA: Malam Tirakatan di Monumen Pancasila Dihadiri Danrem Brigjen TNI Joko Purnomo
Ditambahkan Supardi, sebagai pengampu kegiatan kedua forum ini menekankan bahwa sebagai pengurus sekaligus anggota FKDM dan FPK dituntut untuk peka terhadap perkembangan lingkungan jelang digelar Pemilu 2024, yang dipastikan akan melibatkan masyarakat dalam jumlah besar.
Merumuskan berbagai hal jelang Pemilu 2024 || YP-Ist
“Dari beberapa hal tersebut diatas maka peran FKDM dan FPK sangat diperlukan guna dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada lingkungan masyarakat yang berada di wilayah Kapanewon Tempel,” imbau Supardi.
BACA JUGA: Setiap Tahun Terjadi Adopsi Terhadap 15 Anak di Bantul, Ini Prosedurnya
FKDM dan FPK Tempel mendapatkan apresiasi dan ucapan terima kasih dari Kesbangpol kabupaten Sleman yang terbukti secara aktif dan berkesinambungan melakukan koordinasi dan saling berbagi informasi.
Sementara itu, Ketua FKDM Kapanewon Tempel Imam Nayoko menyampaikan laporan rinci perkembangan yang terjadi dari masing-masing kalurahan dalam kewenangannya. Diantaranya, terkait penanganan sampah darurat sampah di Sleman. Serta imbauan menghadapi proses pemilu.
BACA JUGA: 518 Prajurit Korem 072/Pmk Peroleh Kenaikan Pangkat Satu Tingkat
Ia berharap saat masa kampanye perlu ditekankan lebih tegas untuk tidak menggunakan tempat ibadah sebagai sarana kampanye atau mencari dukungan walaupun saat ini banyak dari para calon yang berasal dari komunitas tempat ibadah.
“Termasuk saat pelepasan atribut kampanye usai kampanye tidak disobek, tetapi digulung untuk menghindari adanya gesekan antar pendukung,” tandasnya.
BACA JUGA: Delapan Fasilitas BPJS Kesehatan Sleman Raih Penghargaan
Sementara FPK dalam laporan lebih fokus menyoroti persoalan yang saat ini mulai banyak dijumpai di tengah masyarakat, antar lain penggunaan air untuk irigasi yang kerap kali jika tidak diantisipasi bisa menimbulkan konflik. Selain itu mulai maraknya penggunaan pil koplo atau obat-obatan terlarang lainnya, termasuk penawaran obat-obatan herbal yang sering dijadikan kedok untuk melakukan penipuan.
Dibagian akhir, FPK juga menyampaikan perlunya meningkatkan kewaspadaan terhadap permainan gameslot yang menjangikit anak muda, karena menimbulkan kerugian harta bahkan hilangnya nyawa. (Opo)
