Yogyapos.com (SLEMAN) - Humas Mabes Polri dan Pemerintah Kabupaten Sleman menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) terkait upaya menangkal radikalisme, di Ruang Sembada Kantor Sekda Sleman, Kamis (21/4/2022).
Kegiatan ini merupakan program Pemerintah Pusat yang diselenggarakan di seluruh Polda termasuk wilayah Polda DIY. Di Sleman diikuti lebih dari 30 peserta dari perwakilan organisasi sosial masyarakat, tokoh masyrakat dan tokoh agama.
Kasubag Opinev RO Penmas Divisi Humas Mabes Polri, AKBP Erlan Munaji mengatakan penyelenggaraan kegiatan FGD ini merupakan upaya memberikan pemahaman dan pengetahuan tetkait radikalisme. “Situasi saat ini masyarakat perlu membentengi diri dari pengaruh faham radikalisme. Maka dari itu setelah kegiatan ini kami berpesan untuk disampaikan (pengetahuan dan pemahaman) kepada keluarga atau kerabat,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut Humas Mabes Polri juga menghadirkan salah satu nara sumber yang memahami bagaimana pola dan paham radikalusme yakni, mantan pemimpin Jamaah Islamiah di wilayah Timur, Nashir Abbas.
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-14-isu-krusial-dibahas-dalam-fgd-polda-diy-7858
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyambut baik adanya kegiatan FGD khususnya yang melibatkan banyak unsur di wilayah Kabupaten Sleman. Iamenye butkan melalui kegiatan ini masyarakat bisa mendapatkan pencerahan, pemahaman terkait radikalisme di wilayah Sleman.
BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-fgd-virtual-sma-muhi-yogya-kuatkan-sinergi-maksimalkan-prestasi-5311
“Kabupaten Sleman memiliki mobilitas yang cukup tinggi. Banyak pelajar maupun pendatang yang akhirnya menetap di Sleman. Hal tersebut dapat menjadi potensi adanya paham yang masuk dari luar. Maka dari itu masyarakat perlu memiliki pemahaman bagaimana pola paham radikalisme,” ujar Danang seraya menambahkan kemudahan dalam akses informasi menjadi salah satu potensi adanya pengaruh tidak baik salah satunya radikalisme.
“Kemudahan akses informasi saat ini bisa menjadi hal yang positif dan juga negatif. Maka dari itu khususnya para generasi muda yang mungkin tidak bisa lepas dari akses informasi, harus bisa menyaring mana informasi yang benar maupun salah,” tandas Danang. (*/Agn)
