Yogyapos.com (SLEMAN) - Dugaan tudingan miring sekelompok warga terhadap salah satu perangkat desa Tirtoadi yang disampaikan di Aula Kantor Kalurahan Tirtoadi, Kapanewon Mlati pada Kamis 27 Januari 2022 lalu dinilai sangat menyudutkan dan merupakan bentuk fitnah.
Terkit hal ini, Dukuh Rajek Lor, Heru Winarta (55) selaku pihak yang dimaksud akhirnya angkat bicara. Bahnkan pihaknya sangat menyayangkan, serta menyeretnya ke ranah hukum.
“Saya dapat kabar ada kedatangan sebagian warga Rajek Lor ke Kantor Kalurahan Tirtoadi pada hari Kamis (27/1-red) sekitar jam 10.30 WIB, waktu itu posisi saya lagi di rumah, yang saya tahu intinya mereka merupakan orang-orang yang tidak puas dan ingin menurunkan saya sebagai dukuh, namun saya tidak terima dengan apa yang mereka sampaikan karena tuduhan itu sangat tidak benar dan mencemarkan nama baik saya, makanya tetap bertahan hingga saat ini,” jelas Heru kepada yogyapos.com, Minggu (30/1/2022).
Ditandaskan, bahwa seluruh tuduhan yang dilayangkan kepada pihak Pemerintah Kalurahan sangat tidak mendasar, lantaran itulah dirinya bertahan diri dan siap untuk menangkis pernyataan sekelompok warga tersebut. Dia pun menceritakan sekelompok orang yang datang merupakan warga asli, akan tetapi sebagian yang lain berasal daei luar Dusun Rajek Lor.
“Mereka menyebut adanya pungutan liar atau pungli terkait pembuatan KK KTP pada tahun 2022 itu tidak benar, terkait penggunaan dana Rp 1 miliar untuk proyek KotaKu padahal kami tidak memegang uang itu, lalu dituduh tidak netral saat Pileg tahun 2019 dan Pilur 2021, padahal saya ngak pernah orasi ataupun jadi juru kampanye, trus katanya ngak hadir dalam kegiatan kerja bakti padahal baru satu kali karena ada perubahan jadwal. Mereka sempat melakukan orasi dengan membacakan tuduhan-tuduhan itu,” tandas dia.
Dengan anggapan negatif tersebut harkat martabat serta nama baiknya menjadi tercoreng selain itu dirinya beserta keluarga merasa tertekan atas kejadian ini. “Harapan kami ada pengembalian nama baik, karena yang disampaikan adalah fitnah, saya juga punya bukti-bukti soal kedatangan warga ke Kantor Kalurahan Tirtoadi yang jumlahnya puluhan,” katanya.
Dikonfirmasi terkait kedatangan massa ke Kantor Kalurahan, Lurah Tirtoadi Mardiharto membenarkan, akan tetapi tidak dijelaskan secara detail tujuan dan identitas warga yang dimaksud.
"Oh gak ada, itu audiensi warga, itu merupakan komunikasi antar masyarakat,” singkat Mardiharto menjawab konfirmasi yogyapos.com, Senin (31/1/2022) di kantornya. (Opo)
