Dua Pekan Operasi Keselamatan Progo di Bantul Terjadi 716 Pelanggaran

share on:
Petugas melakukan teguran kepada seorang pengendara yang tidak mengenakan helm || YP-Ist

Yogyapos.com (BANTUL) - Selama dua pekan pelaksanaan Operasi Keselamatan Progo 2025, tercatat 716 pelanggaran berlalu lintas di wilayah hukum Polres Bantul.

Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana mengatakan teguran lisan dilakukan kepada pengendara selama operasi mencapai 659 kali. Sedangkan tilang, baik manual maupun melalui e-TLE, juga tetap dilakukan selama operasi ini.

BACA JUGA: Kasad Resmikan Program TNI AD Manunggal Air, Ini Tujuannya

“Total ada 716 pelanggaran. Sebanyak 57 diantaranya dilakukan penindakan tilang,” kata Jeffry, Senin (24/2/2025).

Jeffry mengungkapkan mayoritas pelanggaran kendaraan roda dua yang ditemukan adalah melanggar lampu lalu lintas, tidak menggunakan helm SNI dan melawan arus. Untuk jenis pelanggaran kendaraan roda empat yang paling banyak, yakni melebihi muatan dan tidak menggunakan sabuk pengaman.

BACA JUGA: Tersangka Korupsi Pengadaan Tanah YAKKAP I Membantah dan Ajukan Praperadilan

“Untuk profesi pelaku pelanggaran, didominasi oleh pelajar/mahasiswa dan karyawan/swasta,” ungkap Jeffry.

Lanjutnya, selama dua pekan terjadi 69 kali kasus kecelakaan lalu lintas. Dimana terdapat korban luka-luka sebanyak 80 orang dan kerugian materi sebesar Rp 40 juta.

Jeffry juga menambahkan selama periode Operasi Keselamatan Progo 2025 telah melakukan kegiatan preemtif, imbauan, edukasi, dan penyuluhan, serta penyebaran pemasangan pamflet.

Petugas juga melakukan kampanye tertib berlalu lintas dengan membagikan brosur, stiker, leaflet serta bagi-bagi helm gratis, membuat konten edukasi tertib berlalu lintas.

BACA JUGA: Kejati Supervisi Pengusutan Dugaan Korupsi Dana Pariwisata, Belum Ada Tersangka

Polres Bantul berkomitmen untuk melakukan evaluasi dan perbaikan untuk keselamatan berlalu lintas. Hal ini untuk menekan angka korban akibat kecelakaan.

“Agar keselamatan lalu lintas semakin baik dan angka kecelakaan dapat ditekan,” tegas Jeffry.

Operasi Keselamatan 2025 selesai digelar selama 14 hari pada 10-23 Februari. Operasi ini digelar secara serentak di seluruh Polda se-Indonesia. (Spd)

 


share on: