Yogyapos.com (SLEMAN) - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman bekerjasama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melakukan Sosialisasi Pengelolaan Sampah, di Kalurahan Condongcatur, Senin(27/11/2023). Dalam kegiatan ini, Kepala DLH juga menyerahkan bantuan pengolahan sampah secara simbolis kepada Dukuh Gejayan. Selanjutnya setiap padukuhan akan diberikan beberapa alat paket bantuan berupa komposter 60 lit.
BACA JUGA: Memasuki Musim Hujan, Pemkab Bantul Menggelar Apel Kesiapsiagaan Kebencanaan
“Di Sleman setiap harinya harus mengatasi sampah kurang lebih 750 ton. Padahal saat ini menangani sampah di Sleman kurang lebih 330 ton per hari. Hal ini karena efek dari penutupan TPA Piyungan,” ungkap Kepala DLH Kabupaten Sleman, Dra Epiphama Kristiyani MM.
Ia juga menyampaikan pesan dari Gubernur DIY tentang desentralisasi pengelolaan sampah diserahkan kepada Kabupaten/Kota. Si Sleman sudah dibangun 2 TPST yakni di Tamanmartani Kalasan dan di Sendangsari Minggir yang sedang diuji.
BACA JUGA: Pemesan Ribuan 'Pil Sapi' Ditangkap di Tempat Kerjanya
Dikatakan, penyelesaian permasalahan sampah ini pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dan harus dibantu oleh masyarakat. Hal tersebut sudah dibubuhkan dalam Perda Kabupaten Sleman No 04 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga. Masyarakat dapat melakukan pemilahan sampah serta kegiatan pembatasan timbulan sampah (reduce), pendauran ulang sampah (reuse), dan pemanfaatan kembali sampah (recycle) atau yang disebut 3R.
Panewu Anom Kapanewon Depok Wawan Heriawan SIP MSi mengungkapkan di wilayah Kapanewon Depok khususnya Condongcatur merupakan penghasil sampah yang besar. Saat ini sudah ada 31 KPSM di Condongcatur untuk mengatasi permasalahan sampah tersebut.
“Ini membuktikan kesadaran masyarakat Condongcatur terhadap sampah sangatlah tinggi. Di Kapanewon Depok sendiri sudah kami gencarkan Gerakan Depok Memilah Sampah atau GEDE LAMPAH,” ungkap Wawan.
Kapanewon Depok bersama Kalurahan juga sudah melakukan patroli sampah untuk menangkap tangan para pembuang sampah liar. Sudah sering mendapatkan pelaku “OTT” para pembuang sampah liar saat patrol.
BACA JUGA: Pengusutan Mafia TKD Candibinangun, Penyidik Kejati Libatkan Ahli Elektronik
“Kebanyakan malah bukan warga Depok, kembali lagi kepada perilaku dan kesadaran para individunya, kita harus berani memulai dari diri kita sendiri. Dari lingkungan terdekat dengan kesadaran untuk mengelola sampah secara mandiri dan kegiatan pengelolaan sampah lainya,” ujarnya.
Hal senada dikatakan Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji SIP MIP, saat ini di semua Padukuhan sudah ada Kelompok Pengelola Sampah Mandiri (KPSM). Bahkan sampai di tingkat RW baik berbentuk Bank Sampah atau pun Sedekah Sampah. Kalurahan Condongcatur berupaya menuju Kalurahan yang mandiri dalam pengelolaan sampah.
“Pusat pengelolaan sampah direncanakan di Pringwulung dan Tambakboyo dengan TPS-3Rnya yang akan kita usulkan untuk mendapat bantuan alat pengolah sampah agar dapat mengelola sampah sendiri,” jelas Reno. (*/Agn)
