Yogyapos.com (BANTUL) - Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnakertran) mensosialisasikan program proyek padat karya tahun 2023 di puluhan tempat, selama seminggu sejak 6 Februari 2023.
“Sosialisasi dilakukan oleh 12 tim dan setiap timnya dua kali sosialisasi di dua tempat secara acak di seluruh Wilayah Bantul yang telah ditentukan dan dijadwalkan,” ungkap Kepala Disnakertran Bantul, Istirul Widilastuti didampingi Kapala Sub Koordinator Bidang Industrial, Sih Panuti, di sela sosialisasi padat karya, di RT 1 Mojolegi Karangtengah Kapanewon Imogiri.
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-rakenas-lptnu-rumuskan-arah-pendidikan-tinggi-di-momen-satu-abad-nu-9632
Dalam sosialisasi ini, yang disampaikan kepada masyarakat diantaranya jumlah paket, nilainya, waktu pelaksanaan dan jenis pembagunan fisik. Hal lainnya yaitu misalnya ketersediaan asuransi kesehatan BPJS bagi para tenaga kerjanya.
Selain itu juga disampaikan tentang ketentuan lainnya, seperti konsultasi pengadaan lokasi, ketentuan pengadaan material maupun ukuran dan komposisi campuran bahan material.
Padat karya 2023 terdiri dua jenis yaitu yang menggunakan Bantuan Keuangan Kesejahteraan (BKK) DIY dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bantul. “Yang menggunakan APBD Bantul jumlahnya ada 85 titik lokasi. Setiap titiknya senilai Rp 100 juta. Yang mempergunakan anggaran dari DIY setiap titiknya Rp 200 juta. Jumlah lokasinya ada sebanyak 116,” jelas Istirul.
Lebih jauh dikatakan, waktu pengerjaan padat karya selama 21 hari mulai 17 Maret 2023. Pengadaan bahan material sekitar awal Maret. Tentang jenis pembangunan fisiknya satu diantaranya corblok jalan.
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-rony-wijaya-cetuskan-kesejahteraan-ekonimi-semesta-9631
Perlu diketahui bahwa guna mendukung kelancaran pengerjaannya, maka diberikan jaminan perlindunhan kesehatan kerja beruoa BBJS bagi para tenaga kerja yang setiap paketnya sekitar 20 orang. Cara mengurus pendaftaran untuk mendapatkan BPJS akan dipermudah secara kolektif melalui Disnakertran.
“Tujuan padat karya diantaranya untuk melakukan pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat seperti misalnya corblok jalan atau yang lainnya,” tambahnya.
Sedangkan ekses positifnya menciptakan lapangan kerja musiman baru bagi warga sekitar lokasi. Memotivasi warga agar mereka semangat membagun. Untuk penataan dan ketertiban lingkungan. Itu semuanya juga untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, pendidikan dan pariwisata di masyarakat. (Spd)
