Dinas Pertanian Pringsewu Studi Banding ke DKPP Bantul, Ini yang Diperbincangkan

share on:
Dinas Pertanian Kabupaten Pringsewu Propinsi Lampung saat studi banding ke Pemkab Bantul, Selasa (21/5/2024) || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Dinas Pertanian Kabupaten Pringsewu Propinsi Lampung melakukan Studi Banding (Study Komperatif) tentang pertanian ke Kabupaten Bantul cq Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul, Selasa (21/5/2024).

Rombongan Dinas Pertanian Pringsewu dipimpin oleh Kabid Perkebunan Elis Martatiasih dan Kabid Penyuluhan Joko Prabowo. Mereka melakukan dialog interaktif dengan Kepala DKPP Bantul Joko Waluyo dan beberapa Kabid, di Aula DKPP Bantul.

BACA JUGA: Dugaan Pungli di Lapas Cebongan Libatkan Oknum Pejabat Struktural Berinisial M

“Kami ingin tahu dan mohon penjelasan dari DKKP Bantul terkait dengan keberadaan Kelompok Wanita Tani (KWT) Bantul yang hal-hal positifnya diharapkan dapat diterapkan di Pringsewu,” kata Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Bantul, Elis Martatisih.

Selain itu, bagaimana caranya agar pameran pertanian dapat menarik perhatian dan dikunjungi oleh banyak orang. Selain itu juga tentang bagaimana keterlibatan atau peran pemerintah kalurahan terhadap pengembangan pertanian di wilayahnya.

BACA JUGA: Wisatawan Antusias Saksikan Orketra Keraton Yogyakarta

“Kami ingin tahu hal itu dan dapat diterapkan di Pringsewu. Sebab pada kenyataanya di Pringsewu juga memerlukan adanya peningkan peranya,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala DKPP Bantul, Joko Waluyo mengungkapkan pembentukan KWT di Bantul di seluruh tingkat seluruh Kalurahan, Kapanewon hingga Kabupaten. Para pengurusnya secara umum sering vokal terhadap Pemerintah Kalurahan dan Kapanewon untuk ‘mengintimidasi’ agar Pemerintah Kalurahan atensi serta membantu demi kemajuan pertanian. 

BACA JUGA: Komisi Yudisial Terima 134 Permohonan Pemantauan dan Inisiatif

“Dengan kevokalan itu ternyata Pemerintah Kalurahan menjadi sungkan dan membantu pengembangan pertanian. Kepedulian itu yakni membantu bibit, irigasi dan pupuk pertanian,” papar Joko Waluyo.

“Nilai bantuan mempergunakan angagran desa. Secara umum cukup besar yaitu ada yang mencapai Rp 40 juga per tahun per Kalurahan,” imbuhnya.

Kolaborasi DKPP Bantul dengan seluruh Pamerintah Kelurahan dalam pertanian cukup efektif dan bermanfaat. (Spd)


share on: