Yogyapos.com (SLEMAN) - Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWS Serayu Opak) Kementerian PUPR terus mengebut pembangunan dua konstruksi embung yang masuk dalam wilayah DIY. Dua proyek bangunan embung tersebut, terdiri dari Embung Sendangtirto yang terletak di Kalurahan Sendangtirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman dan Embung Mualimin di wilayah Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul.
“Pembangunan Embung Mualimin dan Embung Sendangtirto sudah mulai dikerjakan sejak akhir April kemarin, progresnya saat ini rata-rata baru mencapai 15 persen,” terang Kepala SNVT Pembangunan Bendungan BBWS Serayu Opak, Tampang SST MT kepada yogyapos.com, disela mengikuti vaksinasi Covid-19 di RS Bhayangkara Polda DIY Selasa (8/6/2021).
Dikatakanya untuk Embung Sendangtirto saat perencaaan awal diusulkan oleh Pemerintah DIY, berjalannya waktu kemudian diserahkan pembangunanya ke BBWS Serayu Opak.
“Alhamdulillah bisa kita kerjakan dengan lancar, targetnya sampai bulan November hingga Desember dapat diselesaikan, untuk keduanya,” ungkapnya.
Sedangkan Embung Mualimin, lanjut dia, nantinya bakal dimanfatkan untuk mendukung pesantren yayasan Muhammadiyah.
“Fungsi utamanya untuk menyiapkan air baku untuk keperluan pesantren milik yayasan tersebut, sesuai kewenangan kami hanya sampai penyiapan air baku, nanti selanjutnya diteruskan oleh Cipta Karya dari PUPR juga,” katanya.
Seperti pernah diberitakan media ini, proyek pembangunan ini sempat disoroti oleh Dadang Iskandar, aktivis Jogyakarta Government Watch (JGW), lantaran diduga terdapat kejanggalan ketika dilakukan proses lelang di Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK)
Embung Sendangtirto dibangun dengan serapan anggaran mencapai Rp 8,6 miliar, dikerjakan oleh kontraktor PT Dwi Daya Lestari asal Kabupaten Tegal Jawa Tengah.
Sedangkan Embung Mualimin digarap oleh kontraktor asal Kota Padang Sumatera Barat, yakni PT Lubuk Minturun Konstruksi Persada dengan nilai kontrak tembus diangka Rp 6,1 miliar. (Eko Purwono)
