Yogyapos.com (SLEMAN) - Upaya warga Dusun Pisangan Tridadi Sleman untuk mengangkat dan memberdayakan potensi patut diapresiasi. Setelah berhasil membuat beragam olahan dari pohon pisang melalui KWT sebagai andalan, mereka memasuki langkah baru dengan membuka akses wisata. Sebuah jembatan konstruksi bambu dibangun di atas Kali Sempor.
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-servis-arloji-usaha-jasa-anti-mainstream-hingga-kini-9485
Menurut Dukuh Pisangan Yamtana, jembatan tersebut sangat ditunggu warga. Selain bisa menjadi sarana transportasi para petani, juga menghubungkan dusun Pisangan dengan area persawahan yang dialokasikan untuk pengembangan destinasi dan laboratorium pisang. “Oleh karena itu, kami jelas perlu bantuan pemerintah untuk mendukung swadaya warga,” katanya kepada yogyapos.com, Sabtu (21/1/2023) pagi.
Menurut Lurah Tridadi Sri Hartati, pengembangan wisata di Padukuhan Pisangan merupakan program impian sejak lama. Kolaborasi antarwarga yang penuh semangat sejalan dengan visi Lurah Tridadi yang ingin memberdayakan warganya.
“Kami ingin memandirikan setiap padukuhan serta menjadikan tiap padukuhan memiliki produk unggulan. Maka wisata berbahan baku pisang di Dusun Pisangan didorong untuk segera terwujud. Adanya KWT Kedung Aren yang berinovasi dalam memasak pisang merupakan salah satu modal Pisangan memiliki khas tersendiri,” tandasnya.
Lurah Tridadi juga mendorong terwujudnya perkebunan pisang dengan memanfaatkan dana desa untuk ketahanan pangan sebesar 30 juta antara lain untuk bantuan bibit pisang serta pelatihannya.
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-eko-suryo-prihantoro-dilantik-ketua-kagama-sleman-9483
“Kami juga menjadi fasilitator dengan Kementrian Pertanian agar Tridadi, khususnya Dusun Pisangan bisa meraih 10 hektar yang ditanami pisang dengan dana dari Kementan,” jelasnya.
Lurah Tridadi meninjau proses pembangunan destinasi dan laboratorium dusun Pisangan || YP-Wahjudi Djaja
Lebih jauh disampaikan, awal tahun 2023, Lurah Tridadi membuat kebijakan berkaitan Silpa dana desa sebesar 18 juta untuk stimulan pembuatan jembatan bambu yang sangat dibutuhkan sebagai sarana pengembangan wisata di DusunnPisangan.
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-bupati-dan-disperindag-sleman-digugat-konsumen-pasar-9469
“Selain itu, dianggarkan sekitar 108 juta dari dana desa untuk pengembangan wisata Beteng-Pisangan. Diharapkan tahun 2023 pembangunan pariwisata di Pisangan segera selesai dan bisa dipasarkan mulai awal tahun 2024. Secara prinsip, Lurah Tridadi sangat support dan apresiasi dengan semangat gotong royong warga Beteng-Pisangan,” pungkasnya.
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-edy-prabowo-dukung-penolakan-pemilu-hanya-coblos-gambar-parpol-9489
Sementara itu Wahjud Djaja SS MPd dari Badan Promosi Pariwisata Sleman (BPPS) menyampaikan, pembangunan pariwisata merupakan salah satu solusi untuk mengentaskan kemiskinan.
“Lurah diberi kewenangan oleh Gubernur untuk menggunakan tanah kas desa dalam upaya mengurangi kemiskinan. Apa yang dilakukan Lurah Tridadi ini bisa dijadikan model bagaimana menggerakkan potensi untuk kesejahteraan warganya,” tandasnya. (Iud)
