Baharuddin Kamba: Masyarakat Berhak Tagih Janji Politik 'Cakada' Terpilih

share on:
Baharuddin Kamba, Aktivis JCW || YP-Ismet

GELARAN coblosan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di tiga Kabupaten Daerah Istimewa Yogyakarta yakni Kabupaten Sleman, Bantul dan Gunungkidul telah usai. 

Dengan tidak bermaksud mendahului pengumuman resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul, Sleman dan Gunungkidul, namun melalui hitung cepat, masyarakat sudah tau siapa saja calon kepala daerah (Cakada) yang akan memimpin daerahnya untuk periode ke depan. 

Masyarakat berhak menunggu dan menagih janji-janji politik saat kampanye para calon kepala daerah (Cakada) terpilih. Harapannya masyarakat harus cerdas dan masyarakat berhak menagih janji-janji politik yang sempat disampaikan oleh para calon kepala daerah terpilih. 

Masyarakat di Kabupaten Gunungkidul, Bantul dan Sleman harus mengawal para calon kepala daerah terpilih agar apa yang yang dijanjikan, dapat tereliasasi. Karena kebanyakan para calon kepala daerah saat menjabat lupa dengan janji-janjinya, jika tidak dikawal. Jika perlu masyarakat membuat daftar janji-janji calon kepala daerah terpilih yang sempat disampaikan. 

Mulai dari janji kesejahteraan, pendidikan dan kesehatan yang dipermudah dan memperluas akses bagi masyarakat luas serta di bidang pemerintahan dan pelayanan publik yang bebas korupsi, kolusi dan nepotisme, dengan konsep keterbukaan yaitu membangun pemerintahaan yang bersih, transparan dan memaanfaatkan teknologi guna menghindari penyelewengan, menjadi janji unggulan. 

Dengan maraknya dugaan politik uang saat gelaran Pilkada, maka sulit rasanya membangun pemerintahan yang bebas korupsi dan lahirnya kepala daerah yang punya komitmen tinggi atas pemberantasan korupsi bak jauh panggang dari api. (Baharuddin Kamba, Aktivis JCW)

 

 

 

 


share on: