34 Korban Keracunan Tahu Guling Peroleh Perhatian dari Wabup Joko Purnomo

share on:
Joko Purnomo (kemeja merah) berdialog langsung dengan sejumlah korban keracunan || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) – Wakil Bupati Bantul Joko Purnomo meninjau korban keracunan makanan di Dusun Pringgading RT 03 dan RT 04 Guwosari Kapanewon Pajangan Kabupaten Bantul. Ia melakukan koordinas, serta menindak lanjuti penanganan pengobatan dan suplai makanan tambahan.

Seperti diberitakan, sebanyak 34 orang diduga keracunan makanan tahu guling, di acara pengajian rutin di salah satu rumah tetangganya, Selasa (7/11/2023) pukul 18.30 WIB.

BACA JUGA: Bersama Jutaan Umat di Monas, Anies Baswedan: Kita Kirimkan Pesan Kebangkitan untuk Palestina

Berdasarkan data dari kepolisian jumlah, korban keracunan makanan tersebut masing-masing, Paijem (75), Basiyem, (75) Sumarni (75), Sarwidah (55), Rusmini (52 ), Martini (57), Zulfa (23), Dalmi (49) dan Rahma (26). Selain itu Ngadiyah (42), Yarmawi (43),Toni (31), Bambang Eko Warno (64), Nuryadi (41), Fendi Susanto( 27) dan  Guntarno (51), Sugiman (51) Cipto Utomo (80), Suharno (68), Sumardi Utomo (78), Wagiman (70), Marwanto (35), Wakirah (78), Arwandi (40), Agus (45 ), Maksuna (25), Siska Dwi(17), Aminem (50), Pardal (31), Poniyem (49), Pardinem (56) dan Abdul Halim.

Pemberian bantuan asupan tambahan || YP-Supardi

“Tercatat 34 orang korban keracunan, mereka sudah memeroleh penanganan medis,” ujar Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Nengah Jefry kepada yogyapos.com, Jumat (10/11/2023) siang.

BACA JUGA: Sahari Nyatakan Muhammadiyah Solid Dukung AMIN, Abdul Halim Ingatkan Relawan Tetap Santun

Sementara itu, Wakil Bupati Bantul Joko Purnomo, saat meninjau dan melakukan koordinasi penanganan  ke lokasi mengungkapkan pada 7 November lalu berlangsungt pengajian di rumah Slamet, diikuti 40 jamaah.

“Dalam kegiatan tersebut jamaah disuguhi minum teh, snack dan tahu guling. Dalam kegiatan pengajian tersebut, tahu guling yang masih ada juga dibagikan ke warga masyarakat sekitar,” kata Joko.

Dikatakan, tahu guling tersebut informasinya diduga dimasak oleh keluarga Slamet dengan bahan-bahan dan bumbu yang dibeli di pasar sebagai berikut tahu, tempe, kecambah, kobis, daun sledri, bawang merah, bawang putih, kecap, gula jawa, garam dan penyedap.

Petugas gabungan Dinsos dan Puskesmas melakukan pendataan || YP-Supardi

“Setelah berganti hari, jamaah dan warga yang mengkonsumsi tahu guling tersebut merasakan perut kembung, mual, diare, perih dan kepala pusing. Selanjutnya pada Jumat (10/11) ini saya bersama Puskesmas Pajangan dan Polsek Pajangan melaksanakan pemeriksaan kesehatan terhadap masyarakat yang diduga mengalami keracunan makanan,” ungkapnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Puskesmas Pajangan, masyarakat yang mengalami gejala keracunan diberikan obat dan melakukan rawat jalan. Selain itu ada 2 orang yang mengalami keracunan dirawat di Klinik Cahaya Husada Guwosari Pajangan Bantul.

Untuk sisa bahan makanan berupa kubis akan dilakukan pemeriksaan laboratorium oleh Dinas Kesehatan Kabupatenn Bantul. 

“Untuk menolong mereka yang mengalami keracunan, saya memerintahkan dan akhirnya mereka mendapatkan paket makanan tambahan dari Dinas Sosial Kabupaten Bantul. Paket berisikan air mineral, biskuit, gula, minuman sereal, susu kental manis, dan Sarden. (Spd)


share on: