Yogyapos.com (BANTUL) - Tiga anak muda asyik ngobrol santai sembari tertawa-tawa kecil. Dihadapan mereka ada cangkir-cangkur berisi kopi, senampan kecil ketela goreng, empek empek keju dan jamur krispi beserta sambal bawang di wadah terpisah. Pemandangan ini adalah sebagian dari aktivitas di Sellie Coffee.
Kedai kopi yang berada di Jalan Gerilya 822 Prawirotaman II Yogyakarta itu beberapa waktu lalu bertambah viral karena menjadi tempat shooting film Ada Apa dengan Cinta 2. Ada satu adegan yang sangat fenomenal dalam film yang yang dibintangi Nicholas Saputra ini yaitu saat Cinta yang diperankan Dian Sastrowardoyo mengucapkan, "Rangga, yang kamu lakukan ke saya itu jahat." Adegan itu banyak dijadikan meme ataupun parodi oleh netizen di media sosial, bahkan sebelum film tersebut ditayangkan.
Pempek keju || YP-Yuliantoro
Wisnu Birowo, pemilik Sellie Coffee mengatakan bahwa kedai kopinya mengoleksi kopi yang berasal dari petani di berbagai penjuru Indonesia. Selain memperkenalkan kekayaan ragam produk kopi Indonesia, pengunjung berkesempatan mencicipi maupun membeli biji-biji kopi itu.
“Biji kopi yang disediakan di Sellie ada beberapa jenis seperti Arabika, Robusta, liberika, typica, dll,” papar Wisnu lagi.
Jamur krispi || YP-Yuliantoro
Lokasi kedai kopi yang buka sejak 2009 itu di kawasan kampung turis Prawirotaman, sehingga diharapkan dapat menjadi jujugan para turis. Hingga tahun 2018, Sellie Coffee sempat membuka beberapa cabang baik di sekitaran Yogyakarta saja maupun luar kota. Namun karena terimbas pandemi covid 19, konter di luar kota terpaksa ditutup. Kini hanya ada 3 konter Sellie Coffee, yaitu di Prawirotaman, Malioboro dan Bugisan.
Imam Wisnu Birowo, owner Sellie Coffee akrab dengan pengunjung || YP-Yuliantoro
Tentang penamaan Sellie Coffee itu sendiri, kata Wisnu, berasal dari gabungan nama gabungan dari nama kedua anaknya, yaitu Sera dan lima (Sellie). Jika selama ini kedai kopi identik dengan gaya modern minimalis dengan mesin kopi yang cukup mahal, Wisnu mencoba menghadirkan konsep lama dengan kedai kopi miliknya ini.
“Saya ingin menghadirkan kedai kopi dengan konsep kopi tubruk. Yang kami sajikan pun adalah kopi dari berbagai wilayah di Indonesia,” ujar seniman desain interior lulusan ISI Yogyakarta ini.
Ketela goreng bumbu sambel bawang || YP-Yuliantoro
Kedai kopi ini tampak mungil saat dilihat dari bagian depan, tetapi penempatan kaca bening sebagai jendela membuat ruangan terasa lebih lega. Kopi favorit pengunjung adalah kopi yang berasal dari Gayo, Toraja, Papua, Flores, serta kopi dari lereng Merapi dan Menoreh. Selaras dengan penyajian kopi yang menggunakan cara tradisional, dinding ruangan Sellie Coffee sengaja dibuat dengan anyaman bambu bercat putih yang tetap memberikan kesan tradisional, tetapi artistik. Beberapa lukisan karya seniman di wilayah Yogyakarta juga menghiasi dinding kedai ini.
“Kami juga menjadikan kafe ini sebagai art space untuk siapa saja yang ingin menampilkan karyanya, tidak hanya sebatas seni lukis, tetapi juga seni tari maupun musik,” ujar Wisnu.
Outlet kopi || YP-Yuliantoro
Kedai yang buka sejak pukul 17.00 WIB hingga tengah malam ini tidak hanya menyajikan kopi, tetapi juga beberapa minuman lain seperti wedang uwuh dan kudapan tradisional.
“Salah satu sajian makanan yang kami rekomendasikan untuk pendamping minum kopi adalah singkong goreng yang dipadukan dengan sambal bawang pedas. Dan sekarang ada pempek keju ikan ekor kuning Sumatra,” ujar Wisnu lebih lanjut.
Sellie Coffee menyediakan produk kopi nusantara dalam bentuk seduhan dan menyediakan biji kopi dalam bentuk greenbean dan roastbean. Karena mempunyai mesin roasting sendiri, biji kopi yang disediakan dijamin selalu segar.
Nyaman dan aman || YP-Yuliantoro
Sellie Coffee tergabung di Komunitas Kopi Nusantara, komunitas yang berisi penggiat kopi dari hulu ke hilir yang didirikan di bulan Agustus tahun 2016 di Yogyakarta.
“Sellie Coffee dan Komunitas Kopi Nusantara, senantiasa mengajak dan mengingatkan untuk Masyarakat, agar menyukai dan mencintai produksi kopi Indonesia. Mengajak masyarakat untuk membiasakan diri untuk selalu minum kopi asli yang lebih sehat,” tandasnya menutup pembicaraan. (Yuliantoro)
