Yogya Menuju Warisan Dunia, Begini Penjelasannya

share on:
Kegiatan sarasehan Penyiapan Yogya Menuju Warisan Dunia Kantor Kelurahan Suryodiningratan, Mantrijeron, Kota Yogyakarta pada Selasa (24/5/2022)|| YP-Ist

Yogyapos.com (YOGYA) - Acara Sarasehan Penyiapan Yogyakarta menuju Warisan Dunia yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, di Kantor Kelurahan Suryodiningratan, Yogyakarta, Selasa (24/5/2022).

Dalam kegiatan tersebut hadir Kasi EHME Dinas Kebudayaan Propinsi DIY Qumarul Hadi, Mantri Kemantren Mantrijeron, Afrio Sumarno, LPMK Ponco, Lurah Suryodiningratan Riyan Wulandari, Bhabinkamtibmas Kelurahan Suryodiningratan Aipda Dedi Krismayanto, sejumlah 17 Ketua RW se-kelurahan Suryodiningratan, empat Ketua Kampung dan Perwakilan para ketua RT yang dilewati Sumbu Filosofi.

Kasi EHME Dinas Kebudayaan Propinsi DIY Qumarul Hadi mengatakan, hanya ada satu bangunan dibangun sejak HB I tetap seperti konsepnya, sehingga UNESCO dalam proses menerima Yogyakarta sebagai Warisan Dunia.

"Saat ini kita mempersiapkan Sumbu Filosofi Yogyakarta diajukan sebagai Warisan Dunia," ujarnya.

Diketahui, Atribut Sumbu Filosofi adalah Panggung Krapyak, Benteng, Plengkung dan pojok beteng Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Kompleks Kraton, Kompleks Tamansari, Masjid Gedhe yang merupakan sumbu filosofi selatan dan yang merupakan sumbu filosofi utara yaitu Pasar beringharjo, kompleks Kepatihan, dan Tugu pal putih.

Ia menjelaskan, masyarakat diharapkan mengetahui Sumbu filosofi diusulkan menjadi warisan Dunia dari Panggung Krapyak sampai dengan Tugu dimulai pada bulan Maret 2017 dan baru dinyatakan lengkap pada bulan maret 2022.

"Nantinya jika Sumbu Filosofi benar menjadi warisan Dunia maka wisatawan akan datang dari seluruh penjuru dunia, sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan rencananya pada bulan Juni atau Agustus akan ada survei dari Unesco secara acak kepada masyarakat terkait sumbu filosofi," pungkas Hadi.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Suryodiningratan Aipda Dedi Krismayanto menambahkan, kedepan Kelurahan Suryodiningratan dan Kemantren Mantrijeron akan mengadakan kegiatan lomba mewarnai Sumbu Filosofi. "Ini sebagai salah satu cara sosialisasi kepada masyarakat," ujarnya. (Arif KF)

 


share on: