Yogyapos.com (SLEMAN) - Peran relawan dalam menghadapi potensi gempa megathrust sangat penting dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana di tengah masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Ketua Forum Komunikasi Komunitas Relawan Sleman (FKKRS), Yoga Nugroho Utomo SE disela menghadiri pertemuan Relawan Kemanusiaan Tempel (Rekat) di Kalurahan Pondokrejo, Kapanewon Tempel, Jumat (30/8/2024) malam.
Menurut Yoga, dalam upaya mitigasi bencana, keterlibatan relawan dibutuhkan dalam mengedukasi dan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang prosedur penanganan yang benar.
“Kalau megathrust, dampaknya tidak hanya di pinggir pantai, dengan mitigasi bencana yang sudah dirillis BMKG artinya daerah Jawa bagian selatan akan sangat terdampak termasuk di wilayah Sleman,” jelasnya.
Oleh karena itu, sebutnya, pengerahan sumber daya relawan sangat dibutuhkan, dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan, membangun komunitas siaga bencana, mengidentifikasi risiko dengan membantu masyarakat mengenali risiko serta mengkoordinasikan relawan desa siaga.

Sebagian anggota Relawan Kemanusiaan Tempel || YP-Eko Purwono
“Yang sangat bersinggungan dengan masyarakat adalah kita (relawan) maka diperlukan peningkatan kapasitas, itu yang dibutuhkan Pemerintah Kabupaten menguatkan rekan-rekan relawan,” ujarnya.
Ketua Rekat, Dwiyanto Hedi Purwoko menambahkan, seluruh personil Rekat terus didorong agar mampu meningkatkan kapasitas dan kemampuan.
“Personel Rekat dengan jumlah kekuatan sekitar 50 orang terus kami berikan bekal pengetahuan dengan mengundang narasumber yang berkompeten sehingga siap setiap saat jika terjadi bencana alam,” pungkas Hedi. (Opo)
