Yayasan Santo Dominikus gelar Workshop IHT untuk Tumbuhkan Budaya Veritas

share on:
Suasana Workshop IHT || YP-Sulistyawan Ds

Yogyapos.com (SLEMAN) – Yayasan Santo Dominikus Pusat menggelar kegiatan Workshop In House Training (IHT), di Balai Besar Pengembangan Mutu Pendidikan Vokasi Seni dan Budaya Yogyakarta, Kamis – Sabtu (30/3/-1/4/2023).

Kegiatan ini sebagai upaya memperdalam pemahaman tentang budaya veritas dalam kemunitas setiap unit sekolah serta memperkuat kepatuhan pada core values sekolah Dominikan. Mengusung tema ‘Mengembangkan Budaya Veritas, Menunju Keunggulan Akademik dan Karakter’, menghadirkan dua nara sumber utama Rm Yuventius Denny Sulistiawan MHum Pr dan Pakar Pendidikan Dr Sudayat MPd. 

Sebanyak 103 peserta terdiri dari Kepala Kantor Cabang, Kepala Sekolah, Waka kurikulum, Waka kesiswaan,Waka Humas, Pastoral Sekolah Unit dan para Suster Pendidikan yang berada dibawah Yayasan Santo Domikus. 

Selama mengikuti kegiatan ini, peserta diberikan materi self driving, Kajian Kurikulum  Merdeka, Praktek penyusunan assesmen kurikulum merdeka serta materi lainnya.

Pimpinan Yayasan Santo Dominikus Sr M. Albertine Suparmi OP MPd menyampaikan, veritas merupakan kesesuaian antara pikiran dengan praktek kehidupan. Budaya ini harus senantiasa dikembangkan guna mewujudka pendidikan yang berkualitas dan berkarakter.

“Setiap 6 tahun kami mempunya Rencana Strategis yang terbagi dalam  beberapa tahapan meliputi tahun studi, tahun veritas dan tahun predicare. Ketiga tahapan tersebut sangat cocok dengan konsep kurikulum merdeka yang sekarang ini diprogramkan pemerintah. Sebab, dalam kurikulum merdeka menghendaki seorang guru fokus pada  pengembangan potensi yang di miliki seorang murid, sehingga capaian belajarnya disesuaikan dengan subyek peserta didik,” ujar  Suparmi kepada wartawan, Kamis (30/3/2023) disela-sela kegiatan workshop .

Ditambahkan Suparmi, melalui workshop kali ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran individual tentang budaya Veritas serta terciptanya kreatifitas dan inovasi dikalangan para tenaga pendidikan di lingkungan sekolah dominikan. Untuk itu, dalam kesempatan ini setiap peserta diberikan kesempatan untuk berkreasi  serta mendisain proses pembelajaran berdasarkan nilai-nilai.

Ditegaskan Suparmi, dalam workshop ini para peserta diberikan pedoman yang jelas guna meraih target pembelajaran yang ingin mereka raih.

Terkait hal tersebut, Yayasan  Santo Dominikus sudah mempunyai sebuah kerangka atau pedoman kurikulum pendidikan yang disebut dengan Kurikulum Berbasis Paradigma Pendidikan Dominikan (PPD). Kurikulum ini bersifat sangat adaptip dan mampu menyesuaikan diri dengan kebijakan kurikulum yang ditetapkan oleh pemerintah. Kurikulum Berbasis PPD ini, merupakan roh  serta bingkai pendidikan dari sekolah-sekolah dominikan

Melalui penerapan Kurikulum Berbasis PPD ini, peserta didik tidak hanya mempunyai kemampuan secara akademis, tetapi juga mampu survive ditengah perkembangan jaman yang senantiasa berubah.

“Kurikulum pemerintah  berubah seperti apapun kita akan mampu menyesuaikan, karena kita sudah  punya paradigmanya. Esesnsinya ada di isi pembelajaran itu yang kita beri muatan nilai,” tandas Suparmi. (Sds)

 

 

 

 

 


share on: