Yogyapos.com (SLEMAN) – Yayasan Sahabat Manusia Pembutuh Cinta ( Yayasan Hamba) menggelar kegiatan pengurangan resiko bencana berbasis panti dengan melibatkan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Sleman.
Ketua Yayasan Hamba, Nyadi Kasmoredjo mengatakan kegiatan ini merupakan yang pertama kali pada lembaga sosial yang menangani anak-anak melalui pelatihan siaga bencana, terlebih secara geografis kantor sekretariat yayasan ini yang terletak di Dusun Katen, Kalurahan Harjobinangun, Kapanewon Pakem masuk dalam Kawasan KRB III bencana Gunung Merapi.
“Bagaimanapun kalau ada bencana Merapi, yang dari atas mesti turun ke daerah sini, sehingga kami harus bersiap juga. Untuk Lembaga sosial anak baru kami yang melaksanakan pelatihan siaga bencana ini,”jelas Nyadi disela kegiatan, Rabu (22/3/2023).
Menurut dia, kegiatan melibatkan Tagana Sleman sebagai pemandu, untuk menyampaikan edukasi berbagai bentuk bencana alam, termasuk cara melakukan mitigasi bencana yang dapat dijalankan di wilayah setempat.
“Anak-anak diberikan pengenalan soal bencana alam dan cara mitigasinya, khusus yang anak-anak diberikan dengan metode bermain, bagi yang dewasa diberikan pengetahuan di ruang yang berbeda, sehingga mereka memahami ketika ada bencana,”sebutnya.
Wakil Sekertaris Forum Koordinasi Tagana Sleman, Muhammad Yazin Nurohman mengatakan, Tagana di seluruh Indonesia termasuk Tagana Sleman memiliki program Tagana masuk sekolah, Tagana masuk panti dan Tagana masuk komunitas.
Dalam acara ini dilaksankan kegiatan terkait pengurangan resiko bencana berbasis panti dengan dipandu oleh 4 personel Tagana Sleman
“Mitigasi bencana yang disampaikan dari sisi ilmu pengetahuan, peningkatan kapasitas, tahu bagaimana ciri-ciri bencana, kemudian cara menghadapinya ketika terjadi bencana dan sosialisasikan cara menyelamatkan diri dari bencana supaya tidak terdapat korban lebih banyak lagi,” pungkasnya. (Opo)
