Yogyapos.com (GUNUNGKIDUL) - Kabupaten Gunungkidul dengan berbagai kekurangan dan kelebihannya bisa segera makmur, maju sejajar dengan kabupaten lainnya di DIY, jika anak-anak mudanya segera merapatkan barisan dalam satu gerak-langkah.
Tumbuhnya kesadaran baru untuk berkarya, kreatif-inovatif dan kesadaran berbakti untuk kemajuan wilayahnya, serta memiliki pemimpin yang mampu mendorong dan memovitasi anak-anak muda dengan dibekali kemampuan dan pengetahuan ilmu digital yang mencukupi.
“Meningkatkan kemampuan digital dan pentingnya mengunggah konten-konten berkualitas di Sosmed bagi anak-anak muda generasi Z (Gen Z) dan kalangan milenial, itu merupakan salah satu cara untuk melakukan percepatan pembangunan di Gunungkidul,” ujar Bambang Supriyanto, mantan anggota dewan yang juga sebagai inisiator kegiatan ‘Workshop Pembuatan Konten Video’ bagi Generasi Z dan Milineal di Madusari, Wonosari, Gunungkidul, akhir pekan lalu.
Pelatihan public speaking peserta || YP-Etik
Kegiatan pembuatan konten video ini rencananya akan dilakukan di semua kecamatan di Kabupaten Gunungkidul dan diharapkan nanti bisa terbentuk jaringan konten kreator se-kabupaten.
Menurut Bambang, generasi Z yang ia maksudkan adalah mereka yang terlahir antara tahun 1997 hingga 2012, sedangkan kalangan milenial yang saat ini memiliki peran kuat di Gunungkidul untuk selalu tumbuh dan berkembang, mereka yang terlahir tahun 1981 hingga 1996.
“Generasi Z dan milenial itu, di Kabupaten Gunungkidul angkanya cukup signifikan, mencapai 50 persen lebih. Generasi inilah yang sekarang ini memegang peran penting dan bisa menentukan arah pembangunan di Gunungkidul. Jika mereka bergerak bersama-sama pemerintah dan stakeholder yang ada, maka percepatan pembangunan di Gunungkidul akan segera tercapai,” ujarnya.
Ditambahkan, puluhan pelajar dan mahasiswa Wonosari yang mengikuti workshop tersebut, tergabung dalam Komunitas Konten Kreator Gen-Z dan Milenial. Materi yang mereka terima berupa 20% teori dan 80% praktek.
Sementara itu, di saat workshop sedang berlangsung, tiba-tiba peserta mendapatkan surprise dengan hadirnya sosok muda yang juga calon wakil bupati Gunungkidul 2024, Mahmud Ardi Widanto, SIP yang akrab disapa Mas Ardi.
Kepada teman-teman Generasi Z dan Milenial, Mas Ardi yang berpasangan dengan incumbent (petahana) Sunaryanta, berpesan agar mereka belajar sungguh-sungguh, mengerti akan pentingnya ilmu komunikasi, khususnya meningkatkan kemampuan public speaking, berani speak up di Sosmed, untuk menebarkan virus kebaikan yang bermanfaat bagi bangsa dan negara, khususnya untuk warga Gunungkidul.
Peserta melakukan praktik wawancara || YP-Etik
“Saat ini, banyak ruang untuk belajar bagi generasi muda. Informasi apapun yang kita butuhkan, dengan mudahnya bisa kita akses dari berbagai sumber-sumber belajar. Kelompok belajar dan komunitas-komunitas semacam ini sangat bagus untuk ditumbuhkembangkan. Saya berharap kepada anak-anak muda yang memiliki bekal ilmu pengetahuan yang cukup, bisa mempengaruhi arah kebijakan pembangunan di Gunungkidul dan bisa menjadi semacam kontrol sosial yang produktif, “ ujar Calon Cawabup termuda di Gunungkidul pada Pilkada 2024 ini.
“Kemampuan public speaking itu penting teman-teman. Apapun profesi Anda kelak, Anda dituntut untuk bisa berkomunikasi dengan baik. Pejabat, anggota DPR, pedagang, tani, wiraswasta, nelayan, pelajar, mahasiswa, dan lain-lain, perlu belajar public speaking. Nah, forum semacam ini merupakan wadah kalian untuk belajar. Belajar berbicara dan belajar terampil membuat konten yang bisa diposting di berbagai sosmed,” ujar mas Ardi.
Sementara itu, mentor workshop pembuatan konten Sarwanto H Swarso mengatakan bahwa durasi pelatihan yang hanya 2 sampai 3 jam ini, hanya alokasi waktu untuk perkenalan sesama peserta (temu darat), dengan pemberi materi, pembahasan konten baru sebatas kulitnya saja.
Sedangkan untuk mendalami materi lebih jauh lagi, bisa dilakukan belajar jarak jauh melalui Group Whatshap atau diskusi online, atau bisa juga diskusi melalui zoom dan lain sebagainya.
“Bismillah, niat saya untuk berbagi ilmu pengetahuan yang sedikit saya miliki ini, sebagai ucapan terima kasih saya, karena saya bisa survive dan hidup dari media sosial sejak tahun 2015 hingga sekarang,” ujar mantan wartawan SKH Yogya Post itu, yang saat ini aktif di platform Youtube Sarwanto H Swarso dengan subscriber hampir 600 ribu, affiliate TikTok, Instragram, FaceBook Pro dan Twitter.
Menurutnya, ia sudah menyiapkan materi pelatihan praktis dan simple untuk ditularkan, karena dirinya praktisi yang belajar dari nol. Beberapa materi simple dan yakin bisa dipraktekkan itu, diantara, teknik pengambilan gambar menggunakan HP, pencahayaan (lighting), editing video, mencari tema yang menarik, editing audio, peralatan yang dibutuhkan konten kreator pemula atau yang belajar dari nol, trik 3 detik di awal video yang merangsang penonton untuk melihat video kita sampai selesai, memahami panduan komunitas platform dan bagaimana cara menumbuhkan semangat berkarya disaat mood lagi down, trik mendapatkan uang dari Sosmed. (Ato)
