Warga Susukan II Krisis Air Bersih Akibat Penghentian Sementara Aliran Selokan Mataram

share on:
BPBD Sleman melakukan distribusi air bersih dan pemasangan tampungan air HU || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Pembenahan bangunan Selokan Mataram dengan dihentikan sementara aliran air berakibat warga mengalami krisis air bersih, hal tersebut dirasakan di Padukuhan Susukan II RT 02 RW 003, Kalurahan Margokaton, Kapanewon Seyegan Kabupaten Sleman.

Merespon hal tersebut Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman melakukan distribusi pasokan air bersih di pedukuhan tersebut dengan mengunakan unit truk tanki milik BPBD.

Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Makwan mengatakan setidaknya terdapat sebanyak 15 Kepala Keluarga (KK) membutuhkan tambahan suplai air bersih untuk keperluan hidup sehari-hari.

“Dampak penghentian sementara aliran air Selokan Mataram untuk pemeliharaan saluran yang rencananya akan berlangsung selama tiga bulan sejak 1 Agustus 2022 di wilayah Susukan II  terdampak pada sumur milik warga mengalami penyusutan debit air sehingga perlu tambahan suplai air bersih, BPBD Sleman melakukan droping air bersih,” jelas Makwan dalam keterangan tertulisnya, Kamis (8/9/2022).

Selain droping air bersih, TRC BPBD Sleman telah merampungkan pemasangan dua unit bak penampung air atau hidran umum (HU) di lokasi.

“Hari ini sudah kita pasang dua buah tampungan HU dari posko, rencana akan ditambah dua unit lagi,” tandasnya.

BPBD pun menghimbau kepada masyarakat untuk melakukan efesiensi dalam menggunakan air bersih. “Manfaatkan air bersih secukupnya dan seperlunya, tujuan untuk hemat air,” tuturnya. (*/Opo)

 


share on: