Yogyapos.com (SLEMAN) - Padukuhan Pisangan yang memiliki lanskap indah dengan beragam potensi pertanian, kuliner, seni budaya dan sejarah bisa dikembangkan menjadi sebuah destinasi yang bisa mewujudkan Sleman sebagai rumah bersama. Karenanya diperlukan kerjasama kolaborasi antara pemerintah Kalurahan Tridadi Sleman dengan Pokdawis, KWT, unsur kelembagaan desa dan warga sekitar didukung wakil rakyat. Kebersamaan ini merupakan modal sosial yang harus terus dirawat dan dijaga.
Demikian disampaikan Lurah Tridadi Sleman Sri Hartati di tengah kerja bakti bersama warga Pisangan menyiapkan destinasi Kedung Aren di kawasan Bendungan Kedung Aren, Pisangan, Minggu (24/7/2022).
Hartati menegaskan, salah satu visi dan misinya sebagai Lurah Tridadi adalah menjadikan padukuhan-padukan berdaya. Untuk padukuhan Pisangan diproyeksikan menjadi kawasan wisata Beteng-Pisangan. Di padukuhan Beteng ada peninggalan benteng Belanda dan pancuran untuk wisata spiritual. Sedangkan Pisangan yang berbukit indah dengan cirikhas pisang yang bisa dikembangkan menjadi sumber aneka olahan dari pisang.
“Kita mendapat suport dari Kementerian Pertanian berupa rumah olah pisang senilai 340 juta. Maka untuk ketahanan pangan 2023 kita akan menanam beragam jenis pisang untuk menyuplai kebutuhan dari 20% dana desa,” tandasnya.
Terkait rencana pengembangan kawasan Beteng-Pisangan, pihaknya telah menyiapkan tanah kas desa. “Tahun pertama saya menjabat kita push kegiatannya di tiga tempat yaitu Kampung Aglonema di Pathen, Beteng dan Pisangan dengan pemberdayaan tanah kas desa seluas 2 ha yang sebagian diantaranya berupa lungguh. Jika ini nanti berkembang menjadi destinasi, insyaAllah tidak ada masalah terkait dengan lungguh,” paparnya.
Sementara itu anggota DPRD Sleman, Sri Haryani, menyambut positif inisiasi warga Pisangan untuk membangun destinasi wisata. Bukan hanya memanfaatkan lahan kosong semata tetapi juga bisa meningkatkan ekonomi warga. “Dukungan kami dari dewab biasanya dalam penganggaran, jadi nanti kita arahkan kesini. Namun untuk bentuk dan besarnya, saya belum bisa menyampaikan karena baru pertama kali datang. Yang jelas, itu menjadi komitmen kami,” tandas perempuan yang juga warga Tridadi ini.
Hadir dalam kegiatan itu selain warga Pisangan, juga Kepala Dukuh Pisangan Yamtono, Ketua Unit Wisata Kedung Aren Widada serta pendamping wisata yang ditunjuk Dinas Pariwisata Sleman yakni Jajang Sukendar (ASITA DIY) dan Wahjudi Djaja (Badan Promosi Pariwisata Sleman).
Setelah kerja bakti dilanjutkan ramah tamah sambil menikmati kuliner khas Pisangan di tepi Bendungan Kedung Aren. Kuliner khas yang disajikan antara lain lumpia jantung pisang, nasi megono dari jantung pisang, kripik bonggol pisang, dawet pisang, sayur lodeh jantung pisang dll. (Iud)
