Yogyapos.com (BANTUL) - Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB), menggelar Rapat Koordinasi Audit Stunting Siklus II Tahun 2023, di Aula Pertemuan Pemda II Pemkab Bantul, Selasa (8/8/2023).
“Pertemuan ini guna memvalidasi data, mempercepat dan mengefektifkan program kerja penanganan stunting,” kata Kepala DP3APPKB Kabupaten Bantul yang juga Ketua Panitia, Dra Ninik Istitarini Apt MPH.
Menurutnya, penanganan stunting menjadi salah satu prioritas program pembangunan. Maka agar berhasil, melibatkan berbagai pihak yang kini menjadi peserta dalam kegiatan tersebut.
“Para pesertanya antara lain panewu, lurah, pengelola Posyandu, Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan Kepala Puskesmas,” ungkap Ninik.
Validasi capaian penanganan stunting penting guna menghadapi audit stunting siklus II 2023 yang sebentar lagi akan dilaksanakan.
Sementara itu, Wakil Bupati Bantul, Joko Purnomo dalam pengarahannya menyampaikan keseriusan berbagai pihak yang menangani stunting harus dilakukan.
“Berbagai langkahnya termasuk pembentukan TPK harus valid dan pola kerjanya tepat serta hasil kerjanya memuaskan untuk mengatasi stunting,” kata Joko.
Dijelaskan, program kerja yang ada tidaklah hanya sekedar mengesahkan program dan tanpa ada inovasi dan kretivitas yang jitu. Contohnya, kegiatan Posyandu tidak hanya menimbang balita. Tetapi perlu dilanjutkan dengan diskusi ataupun pembahasan berbagai hal terkait upaya percepatan penangani stunting.
“Diharapkan agat nantinya pihak yang menangani stunting, termasuk para petugas Posyandu juga disediakan semacam anggaran tertentu. (Spd)
