Yogyapos.com (BANTUL) - Program vaksinasi Covid-19 kepada warga di Kabupaten Bantul dinilai masih perlu disosialisasikan dengan baik di . Karena hingga kini hal tersebut belum dipahami secara benar.
"Menurut hemat saya tanggapan dan pemamahaman masyarakat Bantul terhadap vaksin masih minim dan ada perbedaan. Maka masyarakat perlu diberikan penjelasan secara gamblang,” kata Anggota DPRD Bantul, Eko Sutrisno Aji, saat menghadiri monitoring vaksinasi kepada para tenaga kesehatan (Nakes) Bantu. Monitoring dilakukan oleh Forkompimda Kabupaten ini, di Puskesmas Pandak, Rabu (2/1/2021).
Proses vaksinasi untuk para Nakes di Bantul secara umum berjalan dengan lancar dan masih berlangsung. Namun yang untuk masyarakat umum waktunya akan menyusul kemudian, maka sebelum dilaksanakan perlu disosialisasikan. Ini agar masyarakat bisa memahaminya dan menerimanyam.
Acara monitoring ini dihadiri Bupati Drs H Suharsono, Kapolres AKBP Wachyu Tri Budi S, Dandim Letkol Inf Agus Indra Gunawan, Sekda Helmi Jamharis dan para Pimpinan OPD di Setda Bantul. Monitoring berlangsung di Puskesmas Kretek dan Pandak.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Bantul, dr Agus Budi Raharjo, mengatakan Bantul memperoleh vaksin pemberantasan Covid-19 sebanyak 10.764 dosis. Ini untuk 5.382 orang. Para Nakes yang terdaftar 5.765 orang. Sehingga yang belum terkafer ada 383 orang lainnya direncanakan akan memperoleh vaksin sebelum 21 Februari 2021.
Vaksinasi perdana (tahap 1) kali ini di Bantul dilakukan selama sekitar 14 hari sejak 28 Januari 2021. Jumlah petugas yang ditugaskan untuk vaksinasi ada 9 hingga 13 personil. (Supardi)
