Yogyapos.com (SLEMAN) - Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menjalin kerja sama dengan Indonesia Blockchain Center yang merupakan bagian dari PT Digital Syariah Teknologi.
PT Digital Syariah Teknologi sendiri berada di bawah naungan Dubai Blockchain Center, Blockchain Center resmi yang berada dalam Kementerian Perekonomian Dubai. Penandatangan MoU dilaksanakan pada Jumat (24/1/25).
BACA JUGA: Dalang di Balik Pagar Laut yang Heboh itu 'Plankton'
Kegiatan penandatangan MoU kerja sama dihadiri oleh Dekan FTI dan jajarannya, H Hambali selaku President Director PT Digital Syariah Technology, serta Agustino Wibisono selaku CTO Sharia Digital Technology Dubai.
Menurut H Hambali selaku President Director PT Digital Syariah Technology, UAJY merupakan kampus pertama di Yogyakarta yang menjalin kerja sama dengan Indonesia Blockchain Center, ia berharap UAJY dapat menjadi contoh untuk kampus lain dalam memanfaatkan blockchain.
BACA JUGA: Ribuan Santri Hadiri Milad ke-17 Ponpes Modern Muhammadiyah
Sebelum melakukan penandatanganan MoU, pihak FTI UAJY dan Indonesia Blockchain Center memaparkan bentuk kerja sama yang akan dilaksanakan. Agustino menjelaskan pentingnya pengenalan blockchain sebagai teknologi yang dapat menguatkan keamanan data hingga mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Agustino menyebutkan di Indonesia blockchain sering dikaitkan pada hal-hal negatif terutama trading, tapi sebenarnya manfaat dari implementasi blockchain di era 4.0 lebih besar dari itu.
BACA JUGA: SDN Kalisonggo 'Gropyok Sampah' Libatkan Siswa dan Guru
Melihat Indonesia sudah tertinggal dari negara-negara lain dalam pemanfaatan blockchain menjadi alasan utama kerja sama yang dilakukan Indonesia Blockchain Center dengan universitas-universitas di Indonesia. Kerja sama yang dilakukan antara UAJY dengan Indonesia Blockchain Center lebih mengarah pada bidang pendidikan karena target utama yang dituju adalah mahasiswa sebagai pionir masa depan bangsa. Hambali menyebutkan jika Indonesia sebenarnya sudah tertinggal oleh negara-negara lain yang sudah memanfaatkan blockchain sejak dulu.
BACA JUGA: Catatan Micky Hidayat tentang Penyair Ulfatin Ch dan 'Gelombang Laut Ibu'
“Di Indonesia, orang umumnya cuma tau crypto dan bitcoin saja, padahal itu hanya bagian kecil dari blockchain. Hal yang ingin kita kenalkan dari blockchain ini kepada mahasiswa yaitu sistem dan teknologi database yang terafiliasi secara internasional,” ujar Hambali.
Bentuk kerja sama awal yang akan dilakukan yaitu sosialisasi dan training kepada dosen-dosen dan mahasiswa. Selain itu, pihak Indonesia Blockchain Center juga berharap UAJY dapat membentuk sebuah laboratorium atau ruangan khusus blockchain, sehingga ini dapat menjadi bentuk lanjutan dari program kerja sama.
BACA JUGA: Penyair Ulfatin Ch Membaca 'Gelombang Laut Ibu'
Dr Ir Parama Kartika Dewa SP ST MT IPU selaku Dekan FTI UAJY juga berharap melalui kerja sama ini, mahasiswa dapat mengimplementasikan dan lebih peduli dengan pemanfaatan blockchain.
“Fokus kita dalam waktu dekat ini dapat diberikan edukasi terlebih dahulu, sehingga awareness dari mahasiswa untuk belajar juga semakin meningkat. Kemudian setelahnya kita bisa mengimplementasikan blockchain dalam kehidupan untuk kemajuan perekonomian Indonesia,” ujar Parama. (*/Red)
