UAJY Hadirkan Solusi Nyata, Inovasi Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas

share on:
Pemaparan solusi pengelolaan sampah berbasis komunitas, di Muja Muji, Kota Yogya || YP-ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) terus mendorong solusi pengelolaan sampah yang sederhana namun berdampak nyata melalui kolaborasi lintas disiplin dan kemitraan dengan masyarakat.

Bersama Fakultas Teknobiologi (FTB), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), serta LSM Shind, kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam rangka peringatan Hari Bumi di Kelurahan Muja Muju, dengan melibatkan perwakilan dari 12 RW.

BACA JUGA: Disaksikan SBY dan AHY, Jakarta LavAni Livin Transmedia Juara Grand Final Proliga

Didukung pendanaan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UAJY, program ini mengangkat diskusi sekaligus eksperimen langsung mengenai pengolahan sampah organik menggunakan berbagai metode kompos, dengan fokus pada LOSIDA (Lodong Sisa Dapur). Selain itu, pendekatan berbasis cacing dan biokatalis diperkenalkan sebagai cara untuk mempercepat proses dekomposisi.

Tim UAJY yang terlibat meliputi Monika Ruwaimana PhD, Dra Indah Muwarni MSi,  Prof G Arum Yudarwati PhD, serta Alexander Beny Pramudyanto MSi dan mahasiswa FTB. Dari LSM Shind, Dhara, Alwi, dan Anggi turut mendampingi jalannya kegiatan dan berinteraksi langsung dengan warga.

BACA JUGA: Anakan Tembus Puluhan Juta, Breeding Perkutut Havana JnJ BF Yogyakarta Cukup 30 Kandang

Diskusi berlangsung terbuka dan praktis, berangkat dari pengalaman sehari-hari warga. Warga menilai penggunaan LOSIDA lebih nyaman. “Lebih enak menggunakan LOSIDA karena tidak perlu bungkuk-bungkuk kalau memasukan sampah,” ujar Yanti salah satu warga dalam kegiatan yang berlangsung Rabu lalu.

BACA JUGA: Hakim Tipikor Yogyakarta Urung Bacakan Vonis Sri Purnomo, Sidang Ditunda 27 April

Sementara itu, Ibu Heni mengaku tertarik mencoba metode cacing dan biokatalis. Meski awalnya merasa geli, ia melihat potensi manfaatnya, terutama dari hasil kascing yang dapat dimanfaatkan untuk tanaman. Sebagai tindak lanjut, para peserta khususnya ibu-ibu, akan mencoba kedua metode tersebut selama lima minggu ke depan dan membagikan hasilnya sebagai bagian dari proses belajar bersama.

BACA JUGA: 22.051 Jemaah Haji Indonesia Telah Diberangkatkan, Kemenhaj Tegaskan Bahaya Haji Illegal

Inisiatif ini menjadi langkah awal menuju pengembangan program yang lebih luas. Melalui hibah Bestari Saintek senilai Rp 465 juta, UAJY bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta dan PT Danone akan mengembangkan Living Lab Sungai Yogyakarta yang dijadwalkan berlangsung mulai Mei 2026 hingga Februari 2027.

BACA JUGA: Syawalan FPAY: Guyub untuk Satu Komitmen Kesetaraan Profesi Penegak Hukum

Kegiatan ini menegaskan pendekatan UAJY yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu, tetapi juga pada penerapan solusi yang relevan, mudah diadopsi, dan berkelanjutan di tengah masyarakat. (*)


share on: