Yogyapos.com (SLEMAN) - Setelah menggelar vaksinasi massal untuk pegawai pada Mei 2021 lalu, Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) kembali menggelar vaksinasi Covid-19 massal, di Gedung Thomas Aquinas.
Kegiatan digelar dengan mengandeng Dinas Kesehatan Sleman. Sasaran vaksinasi massal tersebut adalah tenaga alih daya yang bekerja di lingkungan UAJY seperti petugas kebersihan, petugas keamanan dan petugas parkir dengan jumlah peserta vaksin lebih kurang 310 orang. Selain itu, Dinas Kesehatan Sleman juga memberikan tambahan kuota bagi 250 dokter hewan untuk turut serta mengikuti vaksinasi di UAJY.
Koordinator Tim Penanganan Pemulihan Covid-19 UAJY, B. Hengky Widhi Antoro, SH MH mengungkapkan, tujuan pelaksanaan vaksinasi kali ini adalah untuk meningkatkan imuniti seluruh karyawan UAJY. Selain itu, UAJY juga ingin memenuhi syarat bagi perguruan tinggi yang akan segera melaksanakan kegiatan belajar-mengajar secara luring terbatas.
“Apabila nanti telah memenuhi syarat, dan akan kembali dibuka, UAJY akan lebih siap, karena tidak hanya dosen saja tetapi juga seluruh komunitas didalamnya telah divaksin,” ujar Hengky dalam siaran persnya yang diterima yogyapos.com, Sabtu (26/6/2021).
Dijelaskannya, selama kegiatan berlangsung seluruh peserta vaksinasi tetap mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah.
“Perlu diingat kembali jika vaksinasi itu bukan obat. Maka dari itu, setelah vaksinasi perlu tetap mematuhi protokol seperti memakai masker, dan lain sebagainya,” terang dia.
Sementara itu, Ketua Koperasi Caritas UAJY, Dr A Totok Budi Santoso MBA Akt. CA mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Universitas dan Tim Penanganan Pemulihan Covid-19 UAJY atas penyediaan fasilitas vaksinasi bagi seluruh tenaga alih daya.
"Vaksinasi bisa mengurangi risiko operasional seperti rentan tertular oleh rekan kerja, harapannya setelah mendapatkan vaksin ini, kami bisa meningkatkan rasa confident dalam melayani universitas,” katanya. (*)
Upaya lain yang ditempuh, pihaknya akan terus melakukan monitoring peserta dengan terus memberikan arahan protokol kesehatan.
“Tentu saja selain memberikan sosialisasi, kami akan terus memonitoring kondisi tiap tenaga alih daya dan tentu saja selalu mengimbau pentingnya protokol kesehatan,” tuturnya. (*/Eko Purwono)
