Transaksi Digital Dalam Hitungan Detik, Daya Literasi Masyarakat Belum Berkembang

share on:
Para tamu undangan Opening Ceremony Jogja Financial Festival (JFF) 2026, di Jogja Expo Center (JEC) Banguntapan, Bantul, Jumat (22/5/2026) 

Yogyapos.com (BANTUL) - Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Prof Dr Anggito Abimanyu MSc mengungkapkan, transaksi keuangan digital sangat cepat berlangsung dalam hitungan detik. Namun dalam saat yang sama daya literasi masyarakat belum berkembang selaras dengan hal itu. 

BACA JUGA: 28 Tahun Reformasi, Aktivis UJB Terbitkan Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa Empat Dekade

"Hari ini kita membangun generasi baru yang bukan hanya melek digital tapi juga generasi yang hebat dalam literasi keuangan kita. Ini sebagai gagasan guna membina para generasi muda dalam Financial ekonomi," ujar Anggito saat Opening Ceremony Jogja Financial Festival (JFF) 2026, di Jogja Expo Center (JEC) Banguntapan, Bantul, Jumat (22/5/2026). 

BACA JUGA: BPJS Ketenagakerjaan Harus Jadi Motor Penggerak K3

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bersama Transmedia merupakan festival edukasi dan literasi keuangan inklusif. Bertujuan meningkatkan pemahaman finansial masyarakat, khususnya generasi muda melalui pendekatan interaktif yang menggabungkan edukasi, bisnis, bisnis kreatif, dan hiburan untuk meningkatkan wawasan masyarakat dan generasi muda.

BACA JUGA: 34 Perguruan Tinggi Jalin Kerjasama Program Beasiswa Sleman Pintar

Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyambut baik penyelenggaraan forum ini, sebagai ruang untuk menata arah bersama bagaimana kebijakan, budaya, ilmu, dan teknologi dapat bertemu, agar pertumbuhan ekonomi tidak tercerabut dari martabat manusia.

BACA JUGA: Ikape Laras Budaya UNY Lestarikan Karawitan, Gigih Latihan

"Falsafah Jawa menempatkan Gemi Nastiti Ngati-ati sebagai fundamen perilaku ekonomi yang berorientasi pada kehati-hatian, keberlanjutan, dan pengendalian diri" ujar Sri Sultan

BACA JUGA: Bermula Hubungan Asmara Kini Saling Berperkara, RJ Masih Wacana

Sri Sultan juga mendorong agar memperkuat edukasi keuangan berbasis komunitas yang berakar pada nilai-nilai lokal, memperluas pembiayaan yang sehat bagi UMKM dan ekonomi lokal, meneguhkan transformasi digital keuangan yang aman, beretika, dan melindungi data warga, serta, memperluas pilihan keuangan syariah yang inklusif dan membumi

BACA JUGA: Retribusi TNGM Tembus Rp 1,1 M, Kunjungan Wisatawan Meningkat

Pada acara tersebut Rektor Universitas Gadjah Mada Prof Dr Ova Emilia M Med Ed SpOG (K) PhD juga mengatakan, kegiatan ini sangat penting bagi Universitas Gadjah Mada, karena literasi keuangan bukan sekedar kemampuan memahami tabungan, investasi, kredit, asuransi. 

BACA JUGA: Sejumlah Mahasiswa Filipina dan Thailand Ikuti 'Summer Program 2026' di UAJY

Ova Emilia mengajak semua pihak supaya  membangun literasi keuangan yang sehat dan beretika, mendorong intruksi keuangan yang produktif dan jadikan generasi muda sebagai pusat transformasi ekonomi Indonesia.

BACA JUGA: Jelang Puncak Haji 'Bus Shalawat' Henti Sementara, KBIHU Dilarang Pasang Identitas di Tenda Armuzna

Acara dilanjutkan dengan Inspirational Business Talks sebagai Narasumber Menteri Keuangan RI Dr Ir Purbaya Yudhi Sadewa MSc PhD dan Founder CEO PT.Corp Indonesia Prof Dr (HC) drg H Chairul Tanjung MBA 

BACA JUGA: TMMD ke-128 Sengkuyung Tahap II Tahun 2026 Temanggung Resmi Ditutup, Ini Hasilnya

Turut hadir dalam acara Founder CEO PT Corp Indonesia Prof Dr H Chairul Tanjung, Ketua Komisi XI DPR RI, Ketua Dewan Komisioner OJK, Gubernur Bank Indonesia, Komandam Korem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono SSos MSi MSc, Walikota Yogyakarta, Kasi Intel Kasrem 072/Pamungkas, Bupati Bantul dan Kapolres Bantul. (*/Met)


share on: