Yogyapos.com (YOGYA) – Unjukrasa menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) kembali terjadi di Kota Pelajar Yogyakarta. Kali ini dilakukan oleh seribuan pengemudi ojek online (Ojol), di Halaman Gedung DPRD Yogyakarta, Jalan Malioboro, Senin (12/9/2022).
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-kasetpres-temui-massa-pengunjuk-rasa-yang-tolak-kenaikan-harga-bbm-8172
Para pengunjurasa sebelumnya menyatu di titik kumpul Stadion Kridosono yang berjarak sekitar 2 km dari gedung wakil rakyat. Mereka kemudian bergerak jalan kaki sembari membentangkan spanduk dan poster-poster tuntutan. Tiba di gedung dewan, aksi orasi pun dilakukan dari atas sebuah mobil yang dilengkapi sound system dan speaker.
Semangat demi kesejahteraan || YP-Ismet NM Haris
Seruan antara lain disampaikan oleh ketua Paguyuban Driver Gojek Jogdja (Pagodja), Agus Suwito, bahwa kenaikan harga BBM telah memberatkannya. Para pengemudi ojol selama ini merupakan pengonsumsi terbanyak BBM.
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-fraksi-pks-dprd-bantul-tolak-kenaikan-harga-bbm-8107
“Ini sangat memberatkan kami. Kalau tidak bisa diturunkan harga BBM maka harus ada kompensasi,” serunya, disambut yel-yel serempak agar pemerintah memerhatikan nasibnya.
Bergerak menuju titik kumpul semula || YP-Ismet NM Haris
Diakui kenaikan tarif BBM memang sudah diiringi dengan kenaikan tarif jasa angukutan ojol. Namun hal ini dinilai belum seimbang dengan kebutuhan lainnya, karena harga barang-barang yang lain juga naik.
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-unjurasa-mahasiswa-tolak-kenaikan-harga-bbm-dikawal-tim-advokasi-8168
Meski dalam jumlah banyak, unjukrasa pengemudi ojol ini berlangsung kondusif. Bahkan mereka menunjukkan aplikasi di ponselnya ketika memasuki gerbang gedung DPRD. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi menyusupnya provokator.
“Jangan sampai ada provokator, kami sedang memperjuangkan nasib. Tak lebih dari itu,” timpal salah seorang peserta.
Tuntutan telah disampaikan, saatnya membubarkan diri dengan tertib || YP-Ismet NM Haris
Secara detail, mereka menyatakan menolak kenaikan BBM atau berikan subsidi untuk ojol. Menuntut pencabutan izin usaha aplikator yang tidak patuh regulasi. Selain itu pemerataan tarif untuk seluruh aplikator. Landasan tuntutan ini mengacu pada Keputusan Kemenhub Nomor KP 667 Tahun 2022 tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat yang Dilakukan dengan Aplikasi. Terakhir membentuk payung hukum untuk pengemudi ojol demi kesejahteraan.
BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-pengurus-peradi-pergerakan-dilantik-ktpa-disertai-asuransi-2991
Merespon aksi tersebut, Ketua Komisi C DPRD DIY Gimmy Rusdin menyatakan turut berempati, serta akan meneruskan tuntutan para pengemudi ojol ke Pemerintah Pusat.
Ruas Jalan Malioboro sepanjang depan gedung DPRD dipadati pengunjukrasa || YP-Ismet NM Haris
“Kami akan teruskan perjuangan teman-teman ke pemerintah pusat, karena ini kebijakan dari pusat,” tegas Gimmy.
BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-sman-1-depok-sleman-gelar-pilketos-20192020-ala-pemilu-854
Mendapat sambutan wakil rakyat itu, para pengunjuk rasa pun segera mengakhiri aksinya. Mereka kembali merapatkan barisan, bergerak meninggalkan gedung DPRD, melewati Jalan Perwakilan menuju titik kumpul semula Stadion Kridosono.
Tertib. Sangat tertib seski sepanjang perjalanan menuju Stadion Kridosono tak henti menyanyikan lagu tentang ‘Yogyakarta Istimewa’ sembari mengangkat poster dan membentangkan spanduk, namun berakhir damai. Sejak awal hingga akhir tak ada aksi sweeping maupun cegatan kepada pengemui ojol lain yang kebetulan tetap beroperasi melayani penumpang. (Met)
