Yogyapos.com (SLEMAN) - Tim Dosen dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dan Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) memperoleh Hibah Penelitian dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek). Penelitian yang dilakukan mengenai ‘Model Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Sarana Crowdsourcing Gen-Z Terhadap Penguatan Merek Lokal untuk Mendukung Promosi UMKM Industri Sandang di Indonesia’. Dilaksanakan selama 6-7 bulan hingga awal tahun 2025.
BACA JUGA: KNO 03 Delay 12 Jam, Jemaah Ungkap Kekecewaan terhadap Garuda Indonesia
Tim Dosen tersebut yaitu Yonathan Dri Handarkho ST MEng PhD selaku Ketua Tim dari FTI UAJY, Citra Yayu Palangan ST MSc (FTI), Th Devi Indriasari ST MSc (FTI), dan Rebekka Rismayanti SIKom MA (FISIP).
BACA JUGA: Regina Safri Gelar Pameran Bersama PFI Yogya: Tularkan Virus Peduli Alam
Yonathan Dri Handarkho mengungkapkan, penelitian ini berhubungan dengan isu Ekonomi Kreatif untuk mendukung pembangunan berkelanjutan yang berfokus pada digital economy untuk mendukung UMKM. Dalam melakukan penelitian, Tim Dosen memilih UMKM khususnya dalam bidang sandang.
BACA JUGA: Polisi Masih Berupaya Ungkap Mayat Tanpa Identitas di Bantaran Sungai Sidoarum
“Karena dilihat dari banyaknya UMKM yang memiliki produk bagus namun tidak dipromosikan melalui media sosial, padahal jika dipromosikan dengan baik, produk sandang bisa masuk hingga pasar mancanegara,” jelas Citra Yayu Palangan, Kamis (27/6/2024).
Rebekka Rismayanti menambahkan, salah satu aktor penting yang dapat membantu UMKM dalam ranah media sosial adalah gen Z, maka tim dosen juga ingin melihat peran tersebut.
“Sehingga tim memasukkan unsur crowdsourcing dalam konteks Gen Z,” tandasnya.
BACA JUGA: Lurah Non Aktif Candibinangun Jalani Sidang Perdana, Tujuh Pengacaranya Tak Ajukan Eksepsi
Guna mendapatkan hibah tersebut, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan. Mulai dari pembuatan proposal yang kemudian diseleksi oleh pihak kementerian.
Th Devi Indriasari mengatakan, yang menjadi tantangan dari sisi publikasi yang indeksnya cukup tinggi, yang membuat tidak cukup waktu 1-2 bulan untuk bisa diset di publik. Kemudian ada rentang waktu yang panjang untuk proses revisi dan submit ulang.
BACA JUGA: Mikrobus Terguling di Jalan Menurun Dlingo-Imogiri, Begini Nasib Para Penumpangnya
Rebekka merasa bersyukur dan senang ketika mendapati pengumuman penerima Hibah Program Penelitian Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Ia juga berharap penelitian yang dijalankan tidak hanya berhenti di publikasi untuk kepentingan akademis, tapi juga memiliki dampak pada masyarakat luas.
BACA JUGA: Danrem 072/Pmk Hadiri Upacara Wingday Sekbang A-130/PSDP TNI A-34
Menurut Devi, semakin banyak dosen-dosen yang mencoba untuk membuat proposal dan mencoba untuk mengajukan. “Kita tidak akan pernah tahu proposal itu nanti diterima atau tidaknya. Tetapi ketika itu semakin banyak dicoba maka kesempatannya akan semakin besar. Hal itu juga selain baik untuk membawa diri sendiri, juga baik untuk nama institusi,” ujar Devi. (*)
