Yogyapos.com (SLEMAN) - Tim Dosen Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) terima pendanaan Program Dana Padanan Tahun Anggaran 2024 Batch 4 dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Program ini merupakan bentuk kolaborasi antara Suara.com dengan Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) yaitu Olivia Lewi Pramesti MA selaku Ketua, Yohanes Sigit Purnomo WP PhD selaku anggota dari Fakultas Teknologi Industri (FTI), dan Theresia Diyah Wulandari MM dari FISIP UAJY selaku Tim Keuangan.
Pada program yang dicanangkan akan mulai pada bulan September ini, Suara.com berperan sebagai mitra dunia industri untuk membantu Tim UAJY menyelesaikan persoalan sosial di masyarakat. Proposal yang diajukan pada program ini berjudul “Peningkatan Kapasitas Digital Kreator Indonesia dalam Penulisan Konten Media Sosial dengan Model Jurnalisme Berkualitas”.
Olivia Lewi mengungkapkan, model Jurnalisme berkualitas yang dimaksud adalah pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) sebagai alat yang membantu penulisan konten sosial media.
“Proyek ini akan diselenggarakan selama dua hari di tiga kota dengan jumlah pelajar-mahasiswa terbanyak di Indonesia yaitu Surabaya, Bandung, dan Yogyakarta,” ujarnnya melalui rilis yanng diterima yogyapos.com, Senin (26/8/2024).
Proyek ini menargetkan setidaknya ada 150 kreator digital yang terlibat baik dari umum ataupun dari Suara.com untuk diberikan peningkatan kapasitas penulisan konten khususnya di media sosial. Melihat tingginya antusiasme untuk mengikuti pelatihan, proyek ini berhasil menggaet lebih dari target yang telah ditentukan.
Olivia mengungkapkan untuk mendapatkan kreator digital yang berkomitmen selama mengikuti program tidaklah mudah dan ada tantangan tersendiri yang dihadapi.
“Kami berusaha untuk mencari komunitas-komunitas influencer di setiap kotanya, kemudian kami meminta tolong untuk dibantu menyebarkan informasi terkait kegiatan,” tandasnya.
Olivia mengaku proyek kolaborasi ini didasari karena tingkat literasi digital di Indonesia yang masih di bawah rata-rata ASEAN, serta permasalahan penyebaran hoax yang tinggi. Oleh karena itu, diharapkan kreator digital pada proyek ini dapat menjadi ujung tombak untuk memberikan pemahaman yang berkualitas dan tepat untuk dikonsumsi oleh masyarakat.
Olivia mengaku merasa senang karena untuk menjadi salah satu penerima hibah tidaklah mudah. Ia berharap dapat meningkatkan kapasitas kreator digital sebagai sumber pemberi informasi kepada masyarakat serta dapat meningkatkan literasi digital di Indonesia.
“Saya juga berharap teman-teman Sivitas Akademika UAJY dapat mendaftarkan diri untuk mendapatkan hibah karena ada banyak sekali permasalahan sosial yang dapat diselesaikan dengan menggunakan berbagai kajian ilmu,” pungkas Olivia. (*)
