Yogyapos.com (BANTUL) - Tim Ambulan di DIY (Ambulance Emergency Team) memerlukan Standart Operating Procedur/Standar Operasi Pelahanan (SOP), penguatan komunikasi informasi dan peningkatan sumberdaya manusia (SDM) agar pelayanan kepada masyarakat dapat lebih baik.
“Itu kami pandang dapat terealisasi. Membuat SOP dilakukan secara bersama oleh semua pihak termasuk rumah sakit dan penyedia layanan ambulance di DIY,” ungkap Dirut RS PKU Bantul dr Nurcholid Umam Kurniawan SpA dalam keterangan pers tentang kesiapsiagaan Tim Ambulance Emergency dalam penanganan bencana mass casualty insident, di PKU Unit 4 Bantul, Sabtu (10/5/2023).
Hal itu, semakin penting dan diperlukan pada saat terjadi insiden gesekan massa. Misalnya gesekan fisik antar kelompok masa pada saat kampanye pemilu, pertandingan sepakbola dan yang lainnya yang banyak korbanya.
Sementara itu, Pimpinan PUSBANKES AGD 118 DIY/Citra Paramedia, Arik, mengungkapkan dalam peningkatan pelayanan kesiapsiagaan kebencanaan diperlukan sistem penanggulangan terpadu oleh tim ambulan.
“Maka pada saat terjadi bencana atau insiden banyak korban diharapkan ada sistem yang sistematis dan terencana oleh semua pemberi layanan ambulan dari pihak manapun,” tandasnya.
Dikatakan, misalnya, jika terjadi bentrok masa, diupayakan korban kelompok yang satu jangan dimasukan menjadi satu rumah sakit. Melainkan korban harus dipisah. Kelompok A di RS B. Korban dari lawan dibawa ke RS C. Tujuannya mengupayakan minimalisir bentrokan masa di RS yang juga akan berimbas beresiko bagi RS.
Itu semua agar hasil kerjanya efektif, maka diperlukan komunikasi dan koordinasi yang baik pula antar ambulan.
Dalam kegiatan ini di PKU gedung 4 diadakan seminar dan simulasi kesiapsiagaan internal pada Sabtu (20/5). Pada Minggu (21/5) dilanjutkan simulasi kesiapsiagaan secara terbuka di Obyek Wisata Seribu Batu Dlingo Bantul. (Spd)
